Kredit Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Emiten properti yang terafiliasi dengan keluarga pengusaha Dato Sri Tahir, PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) masih membukukan kerugian sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Meski rugi bersih berhasil ditekan, akumulasi defisit perseroan justru membengkak menjadi Rp245,02 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan, MPRO mencatatkan rugi bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp33,06 miliar hingga September 2026. Angka tersebut turun 39,75% dibandingkan rugi Rp54,87 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi pendapatan, MPRO membukukan Rp3,63 miliar, naik 44,62% dibandingkan Rp2,51 miliar pada Januari–September 2025. Pertumbuhan ini turut mendorong laba bruto meningkat menjadi Rp1,10 miliar, dari sebelumnya Rp527,38 juta.
Margin laba bruto perseroan juga membaik dari 21,01% menjadi 30,30%. Selain itu, beban umum dan administrasi turun 21,25% menjadi Rp11,34 miliar.
Perbaikan tersebut turut menekan rugi usaha MPRO sebesar 54,12% menjadi Rp18,47 miliar, dari Rp40,26 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga: Bisnis Starbucks Indonesia Tertekan, Rugi MAP Boga Membengkak Jadi Rp157,5 Miliar
Baca Juga: Bukalapak Balik Rugi Rp881 Miliar, Investasi Jadi Biang Kerok!
Baca Juga: BUMN Kumpulkan Laba Bersih Rp214,9 Triliun hingga Agustus 2026
Namun, perseroan masih menghadapi tekanan profitabilitas. Pendapatan yang hanya mencapai Rp3,63 miliar belum mampu menutup berbagai beban, terutama beban keuangan yang tercatat sebesar Rp14,79 miliar sepanjang sembilan bulan pertama 2026.
Defisit Membengkak, Ekuitas Menyusut
Di tengah penurunan kerugian, akumulasi defisit MPRO justru meningkat menjadi Rp245,02 miliar per akhir September 2026, dari Rp211,96 miliar pada akhir Desember 2025. Artinya, defisit bertambah sekitar Rp33,06 miliar atau 15,60% dalam sembilan bulan.
Total ekuitas perseroan juga turun menjadi Rp1,15 triliun, dari Rp1,18 triliun pada akhir 2025. Sebaliknya, total liabilitas meningkat 6,20% menjadi Rp520,11 miliar, dibandingkan Rp489,74 miliar pada akhir Desember 2025.
Sementara itu, total aset MPRO tercatat sekitar Rp1,67 triliun, relatif stabil dibandingkan posisi akhir tahun lalu.
Secara keseluruhan, kinerja MPRO menunjukkan perbaikan dari sisi pendapatan dan pengendalian beban. Namun, perseroan masih harus mengatasi kerugian yang berlanjut, beban keuangan yang besar, serta defisit yang terus bertambah untuk memperbaiki kondisi keuangannya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Merlina Aryanti
Editor: Dian Ihsan