Kredit Foto: SIG
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) membukukan pendapatan sebesar Rp17,65 triliun pada semester I-2026, tumbuh 13,1% secara tahunan (year-on-year/yoy). Pada periode yang sama, laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak 471% yoy menjadi Rp228 miliar.
SIG menyebut penerapan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG) menjadi salah satu fondasi untuk menjaga ketahanan proses bisnis dan mendukung kinerja berkelanjutan di tengah tantangan industri.
Komitmen tersebut mendapat apresiasi dari Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD) melalui penghargaan kategori Best Responsibility of the Board dalam ajang The 17th IICD Corporate Governance Conference and Award 2026 di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, pada 12 Oktober 2026.
Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni mengatakan penerapan GCG merupakan bagian integral dari aktivitas operasional dan proses bisnis perusahaan. Pelaksanaannya mengacu pada lima prinsip, yakni transparansi, akuntabilitas, pertanggungjawaban, kemandirian, dan kewajaran.
“Dengan menjalankan praktik GCG, SIG turut berkontribusi dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif di Indonesia yang diharapkan dapat menarik minat para investor untuk berinvestasi sehingga dapat mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi di Indonesia,” kata Vita dalam keterangan resmi, Selasa (27/10/2026).
Selain pendapatan dan laba, SIG mencatatkan volume penjualan total sebanyak 18,28 juta ton pada semester I-2026, meningkat 5,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Capaian tersebut menunjukkan pertumbuhan pada volume penjualan dan pendapatan perusahaan. Sementara itu, kenaikan laba yang lebih tinggi secara persentase menunjukkan perbaikan laba dibandingkan basis periode sebelumnya. Namun, perusahaan tidak merinci dalam keterangan tersebut faktor-faktor yang secara khusus mendorong lonjakan laba.
SIG menyatakan penerapan GCG tidak hanya ditujukan untuk memenuhi ketentuan yang berlaku, tetapi juga menjadi bagian dari strategi untuk mendukung pertumbuhan usaha yang optimal dan berkelanjutan.
Untuk memperkuat pengelolaan keberlanjutan, perusahaan memiliki Komite Keberlanjutan yang bertugas mendukung pencapaian dan pengelolaan kinerja keberlanjutan secara terstruktur dan terintegrasi. Komite tersebut juga memantau pelaksanaan agenda keberlanjutan serta mendukung pencapaian target dalam SIG Sustainability Roadmap 2030.
Perusahaan secara berkala mengukur kualitas tata kelolanya melalui penilaian dan evaluasi pemenuhan kriteria GCG yang mengacu pada ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS), peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta ketentuan terkait lainnya.
Pada 2025, SIG memperoleh skor GCG sebesar 102,67 dengan predikat “Leadership in Corporate Governance”.
Vita mengatakan praktik GCG mendukung perusahaan dalam menghadapi tantangan industri dan menjaga keberlanjutan proses bisnis. Menurut dia, penerapan tata kelola juga diarahkan untuk menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.
Selain penghargaan dari IICD, SIG juga meraih Katadata ESG Insight (KESGI) Award 2026 kategori Tata Kelola.
Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas praktik tata kelola yang dijalankan perusahaan. Adapun dampak GCG terhadap kinerja keuangan tetap perlu dilihat bersama faktor operasional dan kondisi industri yang memengaruhi penjualan, pendapatan, serta laba perusahaan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: