Menkop: Korporasi Besar Kuasai Industri Sawit, Petani Harus Ikut Menikmati Cuan
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Menteri Koperasi Ferry Joko Juliantono menyoroti penguasaan industri kelapa sawit nasional yang dinilai masih terkonsentrasi pada korporasi besar. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah dalam mendorong koperasi petani agar ikut menikmati nilai tambah dari komoditas sawit, termasuk melalui bisnis pengolahan.
Ferry menyebut luas perkebunan sawit Indonesia mencapai sekitar 16 juta hektare. Menurut data yang disampaikannya, sekitar 52% lahan dikuasai korporasi besar, sedangkan 43% merupakan perkebunan rakyat dan kelompok lainnya.
Namun, penguasaan kebun belum sejalan dengan kepemilikan fasilitas pengolahan. Ferry mengatakan pabrik crude palm oil (CPO) hingga industri produk turunan seperti minyak goreng juga masih didominasi korporasi besar.
“Memang ada satu pertanyaan, siapa yang paling menikmati nilai tambah dari industri sawit ini?” ujar Ferry di Jakarta Barat, Rabu (28/10/2026).
Dia menilai koperasi perlu mengambil peran lebih besar dalam rantai bisnis tersebut. Salah satu upaya yang disorot ialah pengembangan pabrik CPO berbasis koperasi.
Ferry mencontohkan pabrik yang telah diresmikan dengan kapasitas produksi sekitar 60 ton per jam dan cakupan lahan sekitar 7.000 hektare. Menurutnya, model tersebut dapat menjadi referensi bagi koperasi petani sawit di berbagai daerah.
“Dan itu bisa menjadi referensi bagi koperasi-koperasi petani sawit yang ada di seluruh Indonesia,” katanya.
Baca Juga: PTPN Perluas Strategi Hilirisasi Sawit, Incar Kolaborasi dengan Pelaku Teknologi
Baca Juga: Indonesia Punya 229,9 Juta Meter Kubik Limbah Sawit, Berpotensi Jadi Energi
Baca Juga: Bahlil Tegas soal Izin Sawit: Tak Boleh Dipakai untuk Kegiatan Pertambangan
Ferry juga mengaitkan penguatan koperasi dengan arah kebijakan pemerintah yang ingin menempatkan koperasi bersama badan usaha milik negara (BUMN) dan swasta sebagai penggerak ekonomi.
“30 tahun terakhir negara hanya menggunakan instrumen korporasi sebagai leading sector-nya. BUMN ada, iya, tapi koperasi ditidurkan,” ujar Ferry.
Dia mengatakan pemerintah kini ingin membangkitkan kembali peran koperasi agar dapat berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian masyarakat, termasuk dalam industri sawit.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: