Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Menkop Ungkap Alasan KDMP Tak Diprioritaskan Kelola Tambang

Menkop Ungkap Alasan KDMP Tak Diprioritaskan Kelola Tambang Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) tidak menjadi satu-satunya koperasi yang dapat terlibat dalam pengelolaan sektor pertambangan. Menurutnya, kegiatan usaha berskala besar seperti tambang lebih tepat diberikan kepada koperasi yang sudah memiliki pengalaman dan kapasitas.

Ferry menjelaskan, Kementerian Koperasi tidak hanya membina KDMP yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah, tetapi juga menaungi ribuan koperasi yang telah lama bergerak di berbagai sektor usaha.

"Yang tambang, yang ngelola sawit itu tidak harus koperasi desa. Jadi gini, Kementerian Koperasi itu kan tidak hanya ngurusin Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, tapi ada koperasi-koperasi yang existing yang memang selama ini mereka bergerak di sektor produksi, di sektor distribusi, bahkan di sektor industri dan lembaga keuangan gitu," kata Ferry sebelum menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.

Menurut Ferry, koperasi desa tetap memiliki peluang untuk mengelola tambang selama mampu memenuhi persyaratan yang berlaku. Namun, ia menilai koperasi dengan skala usaha besar lebih memiliki kesiapan untuk menjalankan bisnis pertambangan.

"Bisa saja. Tapi sebaiknya memang kalau menurut pendapat kami, koperasi yang tidak hanya koperasi desa, koperasi karena size-nya kan besar, gitu," ujarnya.

Ferry mengatakan pengelolaan tambang oleh koperasi juga telah memiliki dasar hukum melalui Undang-Undang Mineral dan Batubara (Minerba). Regulasi tersebut membuka ruang bagi koperasi untuk berperan dalam sektor pertambangan.

Baca Juga: Prabowo Kumpulkan Menteri, Program Koperasi Merah Putih Masuk Tahap Penyaluran Barang Subsidi

Meski demikian, ia menilai kapasitas menjadi faktor penting agar pengelolaan sumber daya alam dapat berjalan optimal. Koperasi yang sudah memiliki pengalaman di sektor produksi maupun industri dinilai lebih siap dibandingkan koperasi yang baru berkembang.

Selain pertambangan, Kementerian Koperasi juga tengah mendorong keterlibatan koperasi dalam pengelolaan perkebunan sawit. Ferry menyebut pihaknya telah menjalin kerja sama dengan PT Agrinas Palma Nusantara untuk mengelola kebun plasma melalui badan usaha berbentuk koperasi.

Ia kembali menekankan bahwa KDMP dibentuk untuk memperkuat ekonomi masyarakat desa, sehingga tidak seluruh sektor usaha berskala besar harus dibebankan kepada koperasi tersebut.

"Sebaiknya memang bukan koperasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih," imbuh Ferry.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama