Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Ahmad Arif Heran Masih Ada 48% Ekonom yang Menilai Ekonomi RI Membaik, Ini Temuan Surveinya

        Ahmad Arif Heran Masih Ada 48% Ekonom yang Menilai Ekonomi RI Membaik, Ini Temuan Surveinya Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Jurnalis sekaligus pegiat media sosial Ahmad Arif menyoroti hasil survei Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) yang menunjukkan bahwa 52% responden ahli menilai kondisi ekonomi Indonesia saat ini memburuk dibandingkan tiga bulan sebelumnya.

        Arif mengaku heran karena masih ada 48% ahli ekonomi yang menilai kondisi ekonomi Indonesia membaik atau tidak mengalami perubahan.

        "Malah heran kalau masih ada 48% ahli ekonomi yang menganggap kondisi ekonomi membaik," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Rabu (28/10).

        Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Jatim Tak Seimbang dengan Pemerataan Kesejahteraan Masyarakat

        Sebagai informasi, Survei Ahli Ekonomi Semester II 2026 yang dirilis LPEM FEB UI mencatat bahwa sebanyak 33 dari 63 responden ahli atau 52% menilai kondisi ekonomi Indonesia memburuk dibandingkan tiga bulan sebelumnya.

        Pesimisme para ekonom tersebut didorong oleh tiga persoalan makroekonomi yang dinilai memberikan tekanan signifikan terhadap perekonomian nasional, yakni tingginya inflasi, melemahnya penciptaan lapangan kerja, dan memburuknya iklim usaha.

        Berikut tiga persoalan utama yang menjadi sorotan para ekonom:

        - Tekanan Inflasi Tinggi (78%): Sebanyak 49 responden menilai tingkat inflasi saat ini sangat tinggi. Selain itu, 60% responden ahli memperkirakan tekanan inflasi akan terus meningkat dalam satu bulan ke depan.

        Baca Juga: Bahlil Berani Pangkas Ekspor Gas ke Singapura, Ekonom Sambut Positif demi Industri Domestik

        - Melemahnya Penciptaan Lapangan Kerja (73%): Sebanyak 46 ekonom menilai kemampuan pasar domestik dalam menciptakan lapangan kerja jauh lebih rendah dibandingkan enam bulan sebelumnya.

        - Memburuknya Iklim Usaha (56%): Sebanyak 35 responden menilai iklim usaha atau ekosistem bisnis mengalami penurunan kualitas dibandingkan tiga bulan sebelumnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: