Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pertemuan 30 Menit, Ini Daftar 8 Bos Sawit dan Agribisnis yang Dipanggil ke Singapura

        Pertemuan 30 Menit, Ini Daftar 8 Bos Sawit dan Agribisnis yang Dipanggil ke Singapura Kredit Foto: Tiket.com
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pemerintah Singapura memanggil delapan pimpinan senior perusahaan sawit dan agribisnis yang beroperasi di Indonesia untuk membahas penyelidikan dugaan keterkaitan kegiatan usaha mereka dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) penyebab kabut asap lintas batas.

        Pertemuan berlangsung pada Rabu (28/10/2026) dan dihadiri Wakil Perdana Menteri Singapura Gan Kim Yong, Menteri Senior K Shanmugam, serta Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Hidup Grace Fu. 

        Pertemuan yang berlangsung kurang dari 30 menit itu juga melibatkan sejumlah pejabat senior Singapura.

        Berikut daftar pimpinan atau perwakilan perusahaan yang menghadiri pertemuan tersebut:

        1. Bumitama Agri: CEO sekaligus Ketua Eksekutif Lim Gunawan Hariyanto.

        2. First Resources: CEO sekaligus Direktur Eksekutif Ciliandra Fangiono.

        3. Golden Agri-Resources: Chairman sekaligus CEO Franky Oesman Widjaja.

        4. Indofood Agri Resources: CEO sekaligus Direktur Eksekutif Mark Julian Wakeford.

        5. Kencana Agri: CEO sekaligus Direktur Eksekutif Albert Maknawi.

        6. TSH Resources: Chairman Kelvin Tan Aik Pen.

        7. Wilmar International: Chairman sekaligus CEO Kuok Khoon Hong.

        8. Sinar Mas Group: Penasihat Senior Bernard Tan, yang juga mewakili Asia Pulp & Paper Company serta Asia Pulp & Paper Company (China).

        Pertemuan tersebut merupakan bagian dari upaya Singapura mengusut pihak-pihak yang diduga berkontribusi terhadap kebakaran yang menyebabkan pencemaran kabut asap di negara itu.

        Pemerintah Singapura meminta perusahaan menjalani penilaian independen terhadap kegiatan operasional, hubungan korporasi, dan rantai pasok mereka. Penilaian ini bertujuan memastikan apakah terdapat keterkaitan dengan kebakaran yang menjadi sumber kabut asap.

        Para eksekutif perusahaan menyatakan kesediaan untuk bekerja sama dalam penyelidikan. 

        Baca Juga: Bahlil Berani Pangkas Ekspor Gas ke Singapura, Ekonom Sambut Positif demi Industri Domestik

        Para penilai nantinya harus memperoleh akses terhadap informasi, dokumen, lokasi, dan pihak-pihak yang relevan. Hasil penilaian akan diserahkan kepada Badan Lingkungan Hidup Nasional Singapura (NEA) untuk menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan langkah selanjutnya.

        Shanmugam mengatakan pemerintah akan menggunakan seluruh jalur hukum dan regulasi yang tersedia untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab. Menurut dia, perusahaan yang memiliki kegiatan operasional dan kepentingan bisnis di Singapura juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan kegiatan usaha serta rantai pasoknya tidak berkontribusi terhadap pencemaran.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Amry Nur Hidayat
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: