IndocPolls Catat Kepuasan Prabowo-Gibran 57,4 Persen, Hankam Tertinggi dan Lingkungan Terendah
Kredit Foto: Istimewa
Memasuki dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, tingkat kepuasan publik tercatat mencapai 57,4 persen. Namun, apresiasi masyarakat belum merata di seluruh bidang. Kinerja pemerintah di sektor ekonomi serta lingkungan hidup dan penanganan bencana justru mendapat penilaian negatif dari mayoritas responden.
Temuan tersebut merupakan hasil survei Indonesia Center for Politics & Law Studies (IndocPolls) yang dilakukan pada 15-20 Oktober 2026. Sebanyak 57,4 persen responden menyatakan puas terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran, termasuk 7,3 persen yang merasa sangat puas.
Sementara itu, 40 persen menyatakan tidak puas. Rinciannya, 3,7 persen merasa sangat tidak puas. Adapun 2,6 persen responden menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab.
Direktur Komunikasi IndocPolls Taufik Ch mengungkapkan hasil survei tersebut dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Pertahanan dan keamanan paling diapresiasi
Berdasarkan bidang pemerintahan, sektor pertahanan dan keamanan memperoleh tingkat kepuasan tertinggi, yakni 70,4 persen. Sebanyak 24,9 persen responden menyatakan tidak puas dan 4,7 persen tidak tahu atau tidak menjawab.
Taufik menilai latar belakang Prabowo sebagai mantan perwira militer dan pengalamannya menjabat Menteri Pertahanan berkaitan dengan tingginya penilaian publik tersebut. Upaya mengejar ketertinggalan pemenuhan Minimum Essential Force (MEF), termasuk melalui pengadaan sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) strategis dan modern, turut menjadi perhatian.
Penegakan hukum dan pemberantasan korupsi menempati posisi berikutnya dengan tingkat kepuasan 62,1 persen. Sebanyak 34,1 persen menyatakan tidak puas dan 3,2 persen tidak menjawab.
Bidang politik dan stabilitas memperoleh kepuasan 54,3 persen. Selanjutnya, pendidikan dan kesehatan sebesar 51,9 persen serta kebudayaan dan kehidupan beragama 50,1 persen.
Sebaliknya, kinerja pemerintah di bidang ekonomi memperoleh penilaian kurang baik. Tingkat kepuasan hanya 43,8 persen, sedangkan ketidakpuasan mencapai 50,6 persen.
Taufik menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah, penurunan IHSG, serta pergantian Menteri Keuangan sebagai sejumlah persoalan yang perlu dihadapi pemerintah.
Penilaian lebih rendah terjadi pada sektor lingkungan hidup dan penanganan bencana. Tingkat kepuasan hanya 31,3 persen, sementara 51,1 persen responden menyatakan tidak puas. Sebanyak 17,9 persen lainnya tidak tahu atau tidak menjawab.
Persoalan kebakaran hutan dan lahan serta berbagai bencana yang melanda Indonesia menjadi perhatian publik. Dampak kabut asap akibat karhutla bahkan dirasakan hingga negara-negara tetangga.
MBG turun ke peringkat keempat program pemerintah
Survei IndocPolls juga menemukan perubahan penilaian masyarakat terhadap program prioritas pemerintahan Prabowo-Gibran. Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang sebelumnya menjadi salah satu program unggulan, kini hanya menempati peringkat keempat dengan tingkat kepuasan 10,2 persen.
Taufik menilai berbagai persoalan, mulai dari kasus keracunan makanan hingga dugaan korupsi di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN), turut menggerus penilaian masyarakat terhadap program tersebut.
Di tengah persoalan itu, pemerintah melakukan efisiensi dengan menahan perluasan jumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan mengarahkan kembali anggaran program.
Sementara itu, pemeriksaan kesehatan gratis menjadi program dengan tingkat kepuasan tertinggi, yakni 18,4 persen. Renovasi sekolah rusak menyusul dengan 17,8 persen, kemudian swasembada pangan, energi, dan air sebesar 12,8 persen.
Program lainnya memperoleh penilaian lebih rendah. Sekolah Rakyat mencatat 6,5 persen, bantuan sosial dan subsidi upah 5,2 persen, serta pembangunan tiga juta rumah sebesar 3 persen.
Adapun Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih hanya memperoleh tingkat kepuasan 2,2 persen. Sekolah Unggul Garuda mendapat 2 persen, sedangkan pendirian Danantara dan penataan BUMN sebesar 1,7 persen.
Menurut Taufik, belum adanya satu program yang memperoleh penilaian sangat menonjol menunjukkan belum terlihat keberhasilan signifikan dari program prioritas pemerintah dalam dua tahun pertama.
Ia menilai pemerintah perlu mengevaluasi program yang berjalan sekaligus memperkuat sejumlah agenda baru, seperti pembangunan PLTS 100 GW, penerapan biodiesel B50, dan pembukaan rekening bank untuk penyaluran bantuan sosial.
Survei IndocPolls melibatkan 1.200 responden dari 38 provinsi yang diwawancarai secara tatap muka. Survei menggunakan metode multistage random sampling, dengan margin of error sebesar ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: