Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Teddy Indra Wijaya Jadi Pejabat Terbaik Prabowo dan Nusron Wahid Terburuk, Menurut Survei IndocPolls

        Teddy Indra Wijaya Jadi Pejabat Terbaik Prabowo dan Nusron Wahid Terburuk, Menurut Survei IndocPolls Kredit Foto: BPMI
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka diwarnai delapan kali perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih. Di tengah dinamika pergantian menteri dan pejabat badan/lembaga tersebut, publik memiliki penilaian tersendiri terhadap kinerja para pembantu Presiden.

        Survei Indonesia Center for Politics & Law Studies (IndocPolls) menempatkan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya sebagai pejabat dengan penilaian terbaik. Teddy memperoleh angka 15,8 persen, disusul Menteri Pertanian Amran Sulaiman sebesar 13,6 persen.

        Sebaliknya, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menempati posisi terbawah dengan penilaian hanya 0,17 persen. Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyusul dengan 0,25 persen.

        Direktur Komunikasi IndocPolls Taufik Ch menyampaikan hasil tersebut dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (30/10/2026). Menurutnya, posisi strategis Teddy dan kedekatannya dengan Presiden menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penilaian publik.

        Teddy dinilai berperan menjembatani koordinasi antara Presiden dengan para menteri dan pejabat lainnya. Ia juga dianggap mampu menyampaikan kebijakan pemerintah kepada masyarakat di tengah berbagai persoalan dan tantangan pemerintahan.

        Popularitas Teddy yang sudah terbentuk sebelum menjabat Seskab turut memengaruhi penilaian tersebut. Meski terdapat kritik terhadap cara dia menjalankan tugas, secara umum publik memberikan penilaian positif.

        Amran Sulaiman di posisi kedua

        Menteri Pertanian Amran Sulaiman menempati urutan kedua dengan penilaian 13,6 persen. IndocPolls menilai posisi Amran tidak terlepas dari kinerjanya di sektor pertanian sejak era Presiden Joko Widodo hingga kembali dipercaya Prabowo.

        Dalam setahun pemerintahan, Amran dinilai berhasil mendorong ambisi pemerintah mewujudkan swasembada pangan. Produksi beras nasional terus meningkat, diikuti tingginya penyerapan Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

        Pada pertengahan Juli 2026, CBP bahkan mencapai rekor tertinggi sejak Indonesia merdeka, yakni 5,4 juta ton. Capaian tersebut dinilai menjadi penyangga di tengah tantangan kemarau panjang, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta berbagai bencana.

        Di bawah Teddy dan Amran, sejumlah menteri lain juga masuk dalam daftar pejabat dengan penilaian terbaik.

        Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti memperoleh 6,5 persen, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi 5,2 persen, dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin 3,8 persen.

        Berikutnya Menteri Agama Nasaruddin Umar sebesar 3,5 persen, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono 3,3 persen, serta Menteri ESDM Bahlil Lahadalia 2,7 persen.

        Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir memperoleh 2,1 persen dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin 2 persen.

        Di luar 10 besar, terdapat Menteri HAM Natalius Pigai (1,8 persen), Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (1,7 persen), Menteri Luar Negeri Armanatha Nasir (1,5 persen), serta Menko Polkam Dudung Abdurachman (1,2 persen).

        Nusron Wahid dan Dody Hanggodo mendapat penilaian terburuk

        Pada kelompok pejabat dengan penilaian terendah, Nusron Wahid berada di posisi paling bawah dengan angka 0,17 persen.

        IndocPolls mengaitkan rendahnya penilaian tersebut dengan sorotan terhadap kasus korupsi yang menyeret sejumlah pejabat di lingkungan Kementerian ATR/BPN. Taufik juga menyinggung pemberitaan mengenai ketidakhadiran Nusron dalam sejumlah pemeriksaan KPK dan desakan agar dirinya dipanggil secara paksa.

        Menteri PU Dody Hanggodo berada di urutan berikutnya dengan penilaian 0,25 persen. Penilaian negatif tersebut dikaitkan dengan sejumlah kontroversi, mulai dari sikapnya yang dianggap arogan terhadap anak buah hingga polemik surat perjalanan dinas ke Amerika Serikat yang mengikutsertakan anggota keluarganya.

        Sejumlah menteri lain juga memperoleh penilaian rendah. Menteri Desa Yandri Susanto mendapat 0,33 persen, Menteri Perumahan Maruarar Sirait 0,33 persen, dan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana 0,33 persen.

        Sementara itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono memperoleh 0,42 persen. Angka serupa juga diperoleh Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat, serta Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi.

        Menurut Taufik, rendahnya penilaian terhadap sejumlah menteri berkaitan dengan kombinasi persoalan kebijakan, pelaksanaan program, dan pernyataan pejabat yang memicu kontroversi.

        Baca Juga: IndocPolls Catat Kepuasan Prabowo-Gibran 57,4 Persen, Hankam Tertinggi dan Lingkungan Terendah

        Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan pembangunan tiga juta rumah yang belum menunjukkan hasil signifikan turut menjadi sorotan. Sementara itu, persoalan karhutla dan kecelakaan transportasi, termasuk tenggelamnya kapal penyeberangan, ikut memengaruhi penilaian terhadap kementerian terkait.

        Adapun 4,8 persen responden menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab.

        Survei IndocPolls dilaksanakan pada 15-20 Oktober 2026 dengan melibatkan 1.200 responden dari 38 provinsi melalui wawancara tatap muka. Survei menggunakan metode multistage random sampling, dengan margin of error ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Amry Nur Hidayat
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: