Danantara Simpan Total Aset Rp140 Triliun, Bank Mandiri Jadi Penerima Terbesar
Kredit Foto: Danantara
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) melalui Danantara Investment Management (DIM) mencatatkan total aset senilai Rp140 triliun hingga 30 April 2026. Jumlah tersebut naik dari total aset yang dimiliki hingga akhir 2025 sebesar Rp131,98 triliun.
Laporan keuangan ini tercantum dalam aksi penawaran surat utang atau bertenor menengah (Global Medium Term Note) yang menyasar dana hingga US$5 miliar, atau setara Rp89,65 triliun (kurs Rp17.931 per dolar AS) pada Juni 2026.
Mengutip laporan GMTN yang diterbitkan Bursa Efek Singapura (SGX) bertajuk DIM Offering Memorandum tertanggal 3 Juni 2026, dari total aset DIM senilai Rp140 triliun, mayoritas atau sekitar Rp123,03 triliun tersedia dalam bentuk kas dan setara kas. Kemudian, sekitar Rp16,62 triliun ditempatkan dalam instrumen investasi.
Adapun dari total kas tersedia, sebagian besar ditempatkan pada deposito perbankan domestik. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menjadi penerima terbesar senilai Rp55,56 triliun dalam deposito berjangka rupiah.
Kemudian, sekitar Rp36 triliun ditempatkan secara merata di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI).
Baca Juga: Tindak Lanjut Arahan Danantara, PTPN Group Konsolidasikan Enam Anak Usaha Rumah Sakit
Baca Juga: Danantara Indonesia Tegaskan Tidak Ada Dana Sponsorship dalam Partisipasi TIME100 Next 2026
Sisa Rp17,1 triliun ditempatkan di PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN), dan Rp6 triliun di PT Bank Syariah (Persero) Tbk (BRIS).
Sedangkan dari total investasi Rp16,62 triliun, mayoritas penempatannya senilai Rp11,7 triliun dialokasikan pada surat berharga yang dalam laporan keuangan dijelaskan sebagai penempatan reksa dana.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Editor: Dian Ihsan