Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Saldo Masyarakat Berpenghasilan Rendah Tinggal Rp1,66 Juta, Tabungan Warga RI Tergerus

        Saldo Masyarakat Berpenghasilan Rendah Tinggal Rp1,66 Juta, Tabungan Warga RI Tergerus Kredit Foto: Unsplash/Towfiqu barbhuiya
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Laporan Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menunjukkan saldo rata-rata rekening masyarakat dalam kelompok nominal hingga Rp100 juta turun menjadi Rp1,66 juta pada Agustus 2026. Hal itu membuktikan semakin terbatasnya ruang rumah tangga untuk menyimpan dana.

        Tertuang dalam laporan “Daya Beli di Persimpangan: Antara Inflasi, Upah, dan Tekanan Rumah Tangga” edisi Oktober 2026, dari data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang diolah INDEF tercatat bahwa penurunan saldo berlangsung dalam beberapa tahun terakhir, dari rata-rata Rp3,09 juta pada 2018 menjadi Rp1,74 juta pada 2025.

        “Penurunan yang berulang selama bertahun-tahun menunjukkan bahwa tabungan rumah tangga berpenghasilan rendah kian tergerus dan simpanan yang dulu cukup menutup kebutuhan beberapa pekan, kini lebih cepat habis oleh satu kali biaya berobat atau uang masuk sekolah,” tulis INDEF dalam laporannya, Senin (2/11/2026).

        Sepanjang 2026, tekanan tersebut masih berlanjut. Data yang dipaparkan INDEF menunjukkan saldo rata-rata rekening kecil bergerak di kisaran Rp1,66 juta hingga Rp1,76 juta selama Januari-Agustus.

        Pada Agustus, nilainya kembali turun menjadi Rp1,66 juta dan menjadi posisi terendah dalam periode pengamatan.

        Selain itu, INDEF juga mencatat saldo rata-rata rekening kelompok tersebut telah menyusut sekitar 4,5% dalam delapan bulan pertama 2026 dibandingkan posisi akhir tahun sebelumnya.

        “Dalam delapan bulan saja, saldo rata-rata sudah menyusut sekitar 4,5% dari posisi akhir tahun lalu, hampir menyamai kontraksi satu tahun penuh pada tahun-tahun sebelumnya,” tulis INDEF.

        Kata INDEF, penurunan saldo mengindikasikan ruang menabung masyarakat semakin terbatas. Kondisi ini juga membuat dana yang tersedia untuk menghadapi kebutuhan mendadak semakin tipis ketika rumah tangga harus mengeluarkan biaya tambahan.

        “Laju ini menunjukkan bahwa ruang untuk menabung makin sempit, dan dana darurat yang tersisa semakin tipis ketika harga atau kebutuhan mendadak naik,” tulis INDEF.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Azka Elfriza
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: