Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Jelang 2027, Survei Lalamove Catat Optimisme UMKM Memanfaatkan AI dan Logistik Fleksibel

        Jelang 2027, Survei Lalamove Catat Optimisme UMKM Memanfaatkan AI dan Logistik Fleksibel Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Survei Lalamove terhadap lebih dari 300 pelaku UMKM pengguna layanannya menunjukkan perubahan kebutuhan operasional usaha menjelang 2027. Adopsi teknologi mulai berkembang, sementara kebutuhan pengiriman semakin beragam untuk menyesuaikan permintaan pelanggan.

        Dalam survei tersebut, 36,8 persen responden menyatakan telah menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk kebutuhan bisnis dan merasakan operasional sedikit lebih cepat. Sebanyak 29,6 persen lainnya belum menggunakan AI, tetapi sedang mempertimbangkannya.

        Penggunaan AI paling banyak disebut untuk pemasaran dan pembuatan konten, dengan persentase 42,6 persen. Berikutnya adalah layanan pelanggan dan komunikasi sebesar 23,5 persen.

        Dari sisi logistik, 60,7 persen responden menyatakan semakin membutuhkan pengiriman ke beberapa titik tujuan. Sementara itu, 43,3 persen membutuhkan pengiriman di luar jam operasional atau dengan waktu yang lebih fleksibel.

        Kebutuhan tersebut antara lain berkaitan dengan ekspektasi pelanggan terhadap layanan yang lebih cepat, yang disebut oleh 36,3 persen responden, serta peningkatan jumlah pesanan pelanggan sebesar 34,3 persen.

        Managing Director Lalamove Indonesia Andito B. Prakoso mengatakan pelaku UMKM perlu beradaptasi dengan perubahan perilaku pelanggan dan dinamika operasional. Menurutnya, fleksibilitas pengiriman menjadi salah satu aspek yang dibutuhkan untuk merespons permintaan yang semakin beragam.

        Survei juga mencatat 50,5 persen responden optimistis terhadap prospek bisnis Indonesia pada 2027, sementara 30,3 persen menyatakan berhati-hati.

        Terkait biaya transportasi dan logistik, 50,5 persen responden memperkirakan biaya akan relatif tetap. Sebanyak 37,6 persen lainnya memperkirakan biaya tersebut meningkat. Temuan ini menunjukkan efisiensi dan fleksibilitas layanan masih menjadi pertimbangan bagi pelaku UMKM.

        Jenis barang yang paling banyak dikirim responden adalah makanan dan minuman, sebesar 42,4 persen. Berikutnya dokumen dan file kantor sebesar 25,9 persen, serta pakaian dan barang fesyen sebesar 23,2 persen.

        Responden juga menyebut penggunaan layanan tambahan, seperti biaya tol yang sudah termasuk tarif, Lalabag atau tas termal, serta extra helper untuk membantu mengangkut barang dalam jumlah besar.

        Selain kebutuhan pengiriman, responden menilai dukungan pemasaran dan promosi sebagai salah satu bentuk bantuan yang bermanfaat bagi pengembangan usaha, dengan persentase 21,9 persen. Berikutnya adalah akses pembiayaan sebesar 20,4 persen dan peluang membangun jejaring bisnis sebesar 14,4 persen.

        Lalamove menyatakan menyediakan pilihan kendaraan dan layanan pengiriman on-demand yang dapat disesuaikan dengan jenis barang, tujuan, serta kebutuhan operasional. Layanan tersebut dapat digunakan untuk pengiriman ke beberapa titik maupun di luar jam operasional.

        Survei ini menggambarkan kebutuhan UMKM yang semakin beragam, baik dalam pemanfaatan teknologi maupun pengelolaan pengiriman. Namun, temuan tersebut berasal dari responden pengguna Lalamove dan tidak serta-merta mewakili seluruh pelaku UMKM di Indonesia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Amry Nur Hidayat
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: