Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        PLN EPI Minta 120 Kargo LNG di 2027, Meningkat 11%

        PLN EPI Minta 120 Kargo LNG di 2027, Meningkat 11% Kredit Foto: PLN EPI
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memperkirakan kebutuhan gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) untuk pembangkit listrik mencapai 120 kargo pada 2027. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan proyeksi kebutuhan sepanjang 2026 sebanyak 108 kargo.

        Pelaksana Harian Direktur Utama PLN EPI, Rakhmad Dewanto, mengatakan peningkatan kebutuhan LNG tersebut sejalan dengan penurunan produksi gas bumi melalui pipa dari sejumlah lapangan yang mulai menua.

        "Karena produksi gas pipa dari lapangan yang cukup tua jadi dia menurun. Ini kita gantikan dengan gas alam cair atau LNG. Tahun ini 108 kargo, tahun depan 120 kargo, insyaallah," ujar Rakhmad dalam paparan di ajang Minerba Convex 2026, di kutip Kamis (5/11/2026).

        Dengan demikian, kebutuhan LNG PLN EPI diproyeksikan bertambah 12 kargo atau sekitar 11,1% pada 2027 dibandingkan perkiraan tahun ini.

        Rakhmad menjelaskan, kebutuhan gas yang dikelola PLN EPI juga terus meningkat. Pada 2026, volumenya diperkirakan mendekati 1.374 juta kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/MMscfd).

        Volume tersebut setara sekitar 40% dari total kebutuhan gas domestik nasional. Dengan porsi tersebut, PLN EPI menjadi salah satu konsumen gas terbesar di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik.

        Peningkatan kebutuhan gas tidak terlepas dari pertumbuhan konsumsi listrik nasional. Rakhmad memperkirakan pertumbuhan kebutuhan listrik berada pada kisaran 5%–6% pada 2026 dan berpotensi meningkat menjadi 6%–7% pada tahun berikutnya.

        Menurutnya, pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya penggunaan kendaraan listrik, elektrifikasi sektor pertambangan, serta pemanfaatan listrik di sektor pertanian, termasuk untuk kebutuhan pompa air persawahan.

        Di sisi lain, kebutuhan energi untuk pusat data (data center) juga menjadi tantangan baru bagi sektor ketenagalistrikan. Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) diperkirakan meningkatkan kebutuhan listrik dalam jumlah besar.

        Untuk mengantisipasi kebutuhan tersebut, PLN EPI mengonsolidasikan pasokan energi primer bagi pembangkit listrik PLN Group dan sejumlah pembangkit listrik swasta atau independent power producer (IPP).

        Selain LNG, perusahaan mengelola pasokan gas pipa, batu bara, bahan bakar minyak (BBM), serta biomassa untuk mendukung operasional pembangkit.

        Baca Juga: PLN EPI Dorong Generasi Muda Garap Bisnis Bioenergi 60,6 Juta Ton

        Baca Juga: PLN EPI Amankan LNG Masela 2,5 Juta Ton per Tahun Selama 18 Tahun

        Sebelumnya, PLN EPI juga telah mengamankan pasokan LNG dari Wilayah Kerja Masela sebesar 2,5 juta ton per tahun atau setara sekitar 40 kargo per tahun. Pasokan tersebut dikontrak selama 18 tahun dan ditargetkan mulai mengalir pada akhir 2030.

        Pengamanan pasokan jangka panjang tersebut menjadi bagian dari upaya PLN EPI menjaga ketersediaan energi primer di tengah meningkatnya kebutuhan gas untuk pembangkit listrik nasional.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: