BEI Pede Pasar Modal Baik-baik Saja: Transaksi Harian Tumbuh 10% Lebih
Kredit Foto: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, meyakini pasar modal Indonesia saat ini masih menunjukan kinerja yang kuat. Menurutnya, secara fundamental kinerja perusahaan tercatat di bursa cenderung masih solid.
Tercermin dari rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) yang masih tumbuh di atas 10%, beserta jumlah investor yang berkecimpung di pasar modal domestik yang melonjak hingga 50% lebih.
"Nilai transaksi harian masih tumbuh di atas 10%. Jumlah investor kita tumbuh lebih dari 50%," kata Jeffrey saat membuka Capital Market Summit & Expo di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Hanya saja, ia tidak mau memungkiri bursa saham tengah menghadapi berbagai tantangan di tahun ini. Semisal isu reklasifikasi pasar modal oleh MSCI dari Emerging Market menjadi Standalone Market, lantaran dipicu beberapa persoalan seputar transparansi, kredibilitas, hingga tata kelola pasar modal Indonesia.
"Apa yang disampaikan oleh Global Index Provider terkait dengan transparansi, kredibilitas, dan tata kelola di pasar modal kita itu juga tentu sesuatu yang perlu kita perhatikan," ujar Jeffrey.
Oleh karenanya, Jeffrey menyebut Bursa Efek Indonesia bersama Self Regulatory Organization (SRO) sangat serius untuk meningkatkan transparansi likuiditas, dan juga efektivitas pengawasan, termasuk mengungkap pemegang saham di atas 1%.
"Kita sudah mengungkap pemegang saham di atas 1%. Kita sudah menyampaikan informasi terkait dengan data investor yang lebih granular, yang akan kita lanjutkan terus dengan kualitas transparansi yang lebih baik," bebernya.
Dari sisi likuiditas, BEI juga terus berupaya melakukan pendalaman pasar baik dari sisi permintaan (demand) maupun dari sisi penawaran atau (supply), serta pembentukan harga (price discovery) yang lebih baik di pasar.
"Kemudian likuiditas yang didukung oleh tidak adanya lagi floor price di market kita. Itu juga akan terus kita lakukan," imbuh Jeffrey.
Baca Juga: Bos BEI Tak Masalah Menkeu Tak Jadi Pemilik Saham BEI
Baca Juga: BEI Lanjutkan Suspensi 62 Saham, Ini Daftar Lengkap Emitennya
Baca Juga: BEI Buka Data Pengendali Saham Emiten di Atas 1%
Sementara dari sisi pengawasan, pihak regulator juga sangat berkomitmen untuk meningkatkan efektivitas dari pengawasan di Bursa Efek Indonesia.
"Oleh karena itu, kami saat ini akan melakukan pengawasan dengan real time flagging bila kami menemukan adanya indikasi pelanggaran dalam perdagangan di Bursa Efek Indonesia," pungkas Jeffrey.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Editor: Dian Ihsan