Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Indonesia Gandeng Polandia, Siapkan SDM Kuasai Teknologi Tambang dan Kendaraan Listrik

        Indonesia Gandeng Polandia, Siapkan SDM Kuasai Teknologi Tambang dan Kendaraan Listrik Kredit Foto: Pertambangan
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Indonesia memperkuat kerja sama dengan Polandia untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia (SDM) dan penguasaan teknologi di sektor pertambangan, pengolahan mineral, serta kendaraan listrik. Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan lima kesepakatan kerja sama di Jakarta pada 4 November 2026.

        Kerja sama ini mempertemukan perguruan tinggi, asosiasi industri, dan lembaga riset dari kedua negara. Fokusnya tidak hanya pada pertukaran teknologi, tetapi juga menyiapkan tenaga kerja Indonesia agar mampu mengoperasikan, merawat, hingga mengembangkan teknologi sesuai kebutuhan industri dalam negeri.

        Untuk mendukung kolaborasi tersebut, dibentuk Polishindo Hub sebagai fungsi koordinasi bersama yang dijalankan oleh Kamar Dagang Eksportir dan Importir Polandia (IGEI) dan PT Darma Putera Wahana Pratama (DEWATA). Lembaga ini akan menghubungkan kebutuhan mitra Indonesia dengan keahlian teknis, jaringan riset, serta pelaku industri dari Polandia.

        Kesepakatan tersebut melibatkan Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) ITB, UPN "Veteran" Yogyakarta, PERHAPI, Periklindo, dan Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI). Dari Polandia, kerja sama turut melibatkan KOMAG Institute of Mining Technology, IGEI, dan DEWATA.

        Direktur Utama DEWATA, Paulus W. Broto, mengatakan Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam, termasuk logam tanah jarang. Namun, potensi tersebut perlu didukung kemampuan pengelolaan agar menghasilkan nilai tambah yang optimal.

        "Indonesia kaya akan sumber daya alam, termasuk logam tanah jarang. Yang diperlukan adalah kapabilitas dalam pengelolaannya agar diperoleh nilai tambah yang optimal. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia adalah suatu keharusan," kata Paulus dalam keterangan resminya, Jumat (6/11/2026).

        Polishindo Hub Jadi Penghubung Kerja Sama

        Polishindo Hub akan berperan sebagai penghubung antara kebutuhan industri dan pendidikan di Indonesia dengan teknologi serta mitra yang memiliki kompetensi di Polandia. Melalui fungsi ini, kedua pihak dapat mencocokkan kebutuhan, mengembangkan peluang kolaborasi, dan mengoordinasikan komunikasi lintas institusi.

        Kerja sama diarahkan pada pengembangan kemampuan di dalam negeri, mulai dari pelatihan tenaga kerja dan instruktur hingga riset terapan serta adaptasi teknologi dengan kondisi lokal. Salah satu gagasan yang dibahas adalah mengirim instruktur Indonesia untuk mengikuti pelatihan di Polandia, sehingga mereka dapat mengembangkan program pelatihan lanjutan di Indonesia.

        Wakil Presiden Dewan Pengurus IGEI, Marcin Jabłoński, mengatakan kolaborasi tersebut ingin menghubungkan pendidikan dengan kebutuhan bisnis dan industri.

        "Melalui pendidikan menuju bisnis, itulah yang benar-benar ingin kami lakukan," kata Marcin dalam presentasinya.

        Polishindo Hub sendiri berfungsi sebagai wadah koordinasi dan pengembangan peluang kerja sama, bukan badan hukum atau pihak tambahan dalam perjanjian. Keputusan mengenai peserta, kegiatan, kontrak, dan pembiayaan tetap menjadi kewenangan masing-masing pihak yang terlibat.

        Kampus dan Industri Perkuat Kompetensi Teknologi

        Di bidang pendidikan, FTTM ITB dan UPN "Veteran" Yogyakarta akan menjajaki kerja sama dalam pertukaran keahlian, pelatihan teknis, pendidikan, dan riset terapan. Cakupannya meliputi pertambangan, pengolahan mineral, metalurgi, keselamatan tambang, mekanisasi, hingga otomasi.

        Kerja sama dengan UPN juga mencakup rencana pengembangan Pusat Kompetensi Polandia–Indonesia untuk sektor pertambangan dan pengolahan mineral. Sementara itu, perjanjian kerja sama dengan FTTM ITB membuka peluang kolaborasi di tingkat fakultas melalui program akademik, riset, dan keterlibatan mitra industri.

        Dukungan teknologi juga akan diberikan KOMAG Institute of Mining Technology yang memiliki pengalaman dalam riset dan rekayasa mesin pertambangan, keselamatan kerja, mekanisasi, otomasi, serta pengujian. Keahlian tersebut diharapkan dapat menjadi masukan bagi pengembangan pelatihan dan riset yang sesuai dengan kebutuhan operasional industri di Indonesia.

        Kerja Sama Menjangkau Nikel hingga Kendaraan Listrik

        Di sektor pertambangan dan pengolahan mineral, kesepakatan dengan PERHAPI dan APNI diarahkan pada peningkatan kompetensi tenaga kerja, keselamatan, efisiensi operasional, riset terapan, serta alih teknologi.

        Secara khusus, kerja sama dengan APNI mencakup pengembangan sektor pertambangan dan pengolahan nikel yang bertanggung jawab.

        Baca Juga: China Jadi Raja Mobil Listrik, Ternyata Salah Satu Tokoh Kuncinya Lahir di Indonesia!

        Baca Juga: Bahlil Tegas soal Izin Sawit: Tak Boleh Dipakai untuk Kegiatan Pertambangan

        Sementara itu, kolaborasi dengan Periklindo menyasar pengembangan industri kendaraan listrik. Ruang lingkupnya mencakup teknologi dan komponen kendaraan listrik, pemasok dan manufaktur, baterai, infrastruktur pengisian daya, pengembangan SDM, riset, hingga pengujian produk.

        Pelaksanaan setiap program akan disesuaikan dengan kebutuhan industri dan kompetensi masing-masing pihak. Para mitra juga mengusulkan pembentukan kelompok kerja untuk menentukan kegiatan awal atau proyek percontohan.

        Secara keseluruhan, lima dokumen yang ditandatangani terdiri atas empat Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dan satu Perjanjian Kerja Sama (Memorandum of Agreement/MoA) dengan FTTM ITB. Rincian pelaksanaan, penanggung jawab, jadwal, target keluaran, dan pembiayaan akan disepakati lebih lanjut untuk setiap kegiatan.

        Melalui kolaborasi ini, Indonesia dan Polandia diharapkan dapat membangun kerja sama yang tidak berhenti pada pertukaran teknologi, tetapi juga memperkuat kemampuan tenaga kerja dan institusi dalam negeri untuk menguasai serta mengembangkan teknologi industri.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dian Ihsan
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: