Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        DSI Uji Sistem Portal Pelaporan Ekspor pada 100 Perusahaan

        DSI Uji Sistem Portal Pelaporan Ekspor pada 100 Perusahaan Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) menyiapkan portal National Data Intelligence (NADI) sebagai tempat pelaporan transaksi ekspor sumber daya alam (SDA) strategis.

        CEO PT DSI Luke Thomas Mahony menjelaskan, portal NADI disiapkan untuk menampung pelaporan seluruh ekspor sumber daya alam sebelum dikirim ke luar negeri. Sejak dikembangkan per akhir September 2026 lalu, DSI turut melibatkan sejumlah eksportir dan pembeli untuk menguji sistem tersebut. 

        "Sekarang kami bekerja sama dengan para eksportir dan pembeli untuk melakukan pilot (percontohan) dan pengujian," ujar Luke di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (6/11/2026).

        Luke menyampaikan, DSI telah melibatkan 50 perusahaan eksportir di tahap awal dalam fase pilot project portal NADI. Saat ini, pengujian sistem tersebut memasuki tahap kedua dengan melibatkan 50 perusahaan lain. Sehingga total ada 100 perusahaan yang ikut serta dalam proses pengujian NADI.

        Menurut laporannya, 100 perusahaan eksportir tersebut menyumbang sekitar 50% dari total nilai ekspor komoditas sumber daya alam di Indonesia. 

        "Kami telah melibatkan 50 perusahaan pertama untuk menguji sistem ini, dan sekarang kami baru saja memulai untuk 50 perusahaan berikutnya. Jadi, akan ada 100 perusahaan berbeda yang menguji dan melakukan percontohan sistem ini," paparnya. 

        Selain itu, Luke menambahkan, DSI pun tengah menguji sebanyak 340 kontrak ekspor. Ratusan kontrak tersebut turut diunggah ke NADI demi memastikan kesiapan portal jelang implementasi penuh pada 1 Januari 2026 untuk ekspor tiga komoditas strategis, yakni batu bara, minyak sawit mentah (CPO), dan ferro alloy (paduan besi).

        "Prioritas utama bagi kami adalah keamanan data serta kerahasiaan data. Kami harus memastikan bahwa aspek tersebut menjadi fondasi dalam desain sistem platform ini," kata Luke.

        Baca Juga: ESDM Soroti Harga Acuan Ekspor Batu Bara Buatan DSI, Ada Apa?

        Baca Juga: Danantara Layani Ekspor 1 Pintu CPO-Batu Bara per 1 Januari 2027, Ini Mekanismenya

        Secara jadwal, DSI bakal meminta respons dari perusahaan eksportir yang telah terlibat dalam fase uji coba portal NADI pada 15 November 2026. Luke lantas berharap masukan dari setiap pelaku usaha agar portal tersebut bisa beroperasi secara optimal pada awal Januari tahun depan. 

        "Pada tanggal 15 November kami akan mengadakan sosialisasi teknis untuk menjelaskan perubahan, masukan, serta hal-hal yang diharapkan dari eksportir," ungkap dia.

        Setelahnya pada 15 Desember 2026, para eksportir dijadwalkan bisa mendaftarkan perusahaannya di portal NADI sebagai alat pelaporan transaksi ekspor sumber daya alam.

        "Pada saat itu pembuatan akun di portal NADI, serta pengunggahan dokumen administratif yang diperlukan akan aktif dan siap digunakan bagi mereka yang belum melakukannya sebelumnya, dan ini akan berlangsung pada 15 Desember," pungkas Luke.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Maulandy Rizky Bayu Kencana
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: