Kredit Foto: Sufri Yuliardi
PT Pertamina (Persero) bakal menambah delapan kapal tanker pengangkut minyak mentah dan bahan bakar minyak (BBM) sampai 2017 mendatang. Untuk menyediakan sejumlah kapal tersebut, Pertamina menggelontorkan dana sekitar US$ 200 juta atau sekitar Rp 2,6 triliun.
Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengungkapkan pengadaan kapal tersebut untuk memperlancar distribusi BBM ke seluruh Indonesia. Ia menambahkan bahwa delapan kapal yang dipesan Pertamina dari tiga perusahaan galangan kapal nasional memiliki bobot ?17.500?deadweight tonnage?(DWT).
? Pertamina mengandalkan kapal tanker mengingat area Indonesia sangat luas,?Kata Wianda di Jakarta, kemarin. Penambahan kapal tersebut lanjut dia untuk melayani distribusi BBM seluruh Indonesia dengan 111 terminal BBM dan jalur distribusi terkompleks di dunia guna terciptanya keamanan pasokan?(security of supply)dan dukungan daya saing Pertamina di level nasional maupun internasional.
Penambahan kapal juga implementasi?shipping excellence?yang merupakan bagian dari program?marketing and operation excellence.? Hingga September 2016, Pertamina memiliki armada tanker milik sebanyak 217 kapal, atau naik 8%? atau 16 kapal jika dibandingkan periode September 2015 sebanyak 201 kapal. Selain itu, dibandingkan target dalam Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) 2016, realisasi hingga September lebih tinggi enam unit.
Kapal yang dimiliki Pertamina antara lain kapal tanker berukuran kecil?(small tanker?I)?dengan bobot mati terendah 1.470 MT hingga terbesar 3.500 MT. Selain itu,?small tanker?II dengan bobot mati 6.500 MT hingga 6.736 MT dan kapal?small purpose?dengan bobot mati 15.277-17.780 MT.
Untuk?medium range,?Pertamina juga memiliki kapal dengan bobot mati terendah 29.941 MT dan tertinggi 40.374 MT. Adapun kapal dengan skala?large range?terbesar berbobot mati 107.538 yang dibuat pada 2009 dan terendah 86.964 MT.
?Kami juga memiliki kapal gas?carrier?ukuran kecil 3.472 MT dan?mid sie?yang berukuran 17.400 MT,? jelas Wianda.
Pertamina menurut Wianda akan terus mengoptimalkan penggunaan tanker milik untuk bisa mengangkut produk-produk minyak karena sekarang lebih banyak FOB daripada?cost, insurance and freight?(CIF). Dengan memiliki kapal milik sendiri Pertamina menjadi lebih efisien karena tidak lagi melakukan pola penyewaan kapal.
Sementara itu pengamat perkapalan yang juga Ketua Alumni Akademi Migas, Ibrahim Hasyim, mengatakan Pertamina memerlukan banyak kapal tanker untuk mengangkut minyak mentah, BBM, dan gas. Kebutuhan tanker dalam berbagai ukuran yang disesuaikan dengan jumlah kargo yang diangkut, letak lokasi pelabuhan muat dan pelabuhan bongkar, kedalaman alur laut indonesia sangat penting dalam mendukung bisnis, membangun efisiensi dan membangun ketahanan energi nasional.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Boyke P. Siregar
Editor: Boyke P. Siregar
Tag Terkait: