7 Pelajaran yang Dapat Dipetik dari Facebook dan Twitter untuk Bisnis Anda
Baik perusahaan yang Anda jalankan pribadi atau perusahaan besar yang diperdagangkan secara publik, atau hanya sekadar wirausaha tahap awal, laporan penghasilan Facebook dan Twitter terbaru mengandung pelajaran bagi dunia bisnis Anda.
Facebook didirikan pada tahun 2004 dan menjadi publik pada tahun 2012 dengan salah satu IPO yang paling dinanti-nantikan dalam sejarah. CNN melaporkan bahwa saham jatuh 19 persen, memusnahkan sekitar $123 Milliar dari kekayaan pemegang saham, yang disebut New York Times sebagai “salah satu penghancuran terbesar nilai pasar yang pernah dialami perusahaan” dan menyatakan bahwa kejatuhan “menghancurkan kepercayaan pada perusahaan yang tak terkalahkan”.
Twitter diluncurkan tahun 2006 dan menjadi publik pada tahun 2013. Saham Twitter juga mengalami penurunan signifikan pada kuartal kedua, menyusul pembersihan jutaan akun yang tidak aktif atau palsu.
1. Semua perusahaan yang bertahan lebih dari 20 tahun akan mengalami hambatan yang signifikan dan jatuh di tengah jalan
Bisnis di media sosial bisa dikatakan sebagai kategori yang relaitf baru dibandingkan dengan kategori lain. Hambatan yang terjadi umum terjadi, dengan pengembangan inovasi di media sosial dan fitur yang membedakan dengan yang lainnya tentu dapat menjadi jalan keluar.
2. Pelanggan dan database Anda adalah sumber kehidupan Anda
Perlakukan mereka dengan hormat dan berkualitas. Ketika Facebook mengalami pelanggaran privasi dan mengizinkan perusahaan luar untuk mengakses data pelanggan, mereka kehilangan banyak kepercayaan pelanggan dan media.
3. Bangun loyalitas merek di antara basis pelanggan Anda
Salah satu keluhan umum di antara pengguna media sosial adalah mereka tidak dapat mengakses “manusia nyata” ketika mereka memiliki pertanyaan atau kekhawatiran.
4. Bawa eksekutif berpengalaman
Bawa eksekutif berpengalaman dan biarkan mereka melakukan pekerjaannya. Baik Facebook dan Twitter telah melakukan diverifikasi tim mereka dan sekarang mungkin waktunya untuk beralih ke bisnis yang berpengalaman.
5. Pastikan Anda mengelola media dengan baik
Saat masa krisis, pastikan Anda tetap mengelola media dengan baik. Pembenci dan sensasionalis senang melihat perusahaan yang sukses itu jatuh. Mengambil tanggung jawab penuh atas kesalahan, melaporkan rencana perubahan dengan jelas. Tetapkan komunikasi agar semua pihak mengerti.
6. Hindari memihak
Konon media sosial adalah platform untuk ekspresi terbuka. Tetap pantau apa yang pelanggan Anda katakana, tapi tahan untuk tidak ikut campur dalam percakapan.
7. Belajar dari kesalahan
Jadilah rendah hati dan jangan pernah sombong. Belajar banyak dari kesalahan yang sudah dilakukan dan jangan mengulanginya lagi. Terutama ketika bisnis Anda berkembang, Anda tidak akan pernah tau sampai kapan perkembangan itu bertahan dan kemerosotan akan menghampiri Anda. Hanya waktu yang dapat menjawabnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Clara Aprilia Sukandar
Editor: Clara Aprilia Sukandar