Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kebiasaan-kebiasaan Ini Kerap Dikaitkan dengan Rabun Jauh, Mitos atau Fakta Ya?

Kebiasaan-kebiasaan Ini Kerap Dikaitkan dengan Rabun Jauh, Mitos atau Fakta Ya? Kredit Foto: (Foto : Medicalnewstoday)

4. Operasi laser adalah solusi jitu untuk mengatasi rabun jauh

Operasi mata dengan laser atau lasik dapat memperbaiki rabun jauh yang disebabkan oleh kelainan bentuk kornea, tetapi tidak dapat memperbaiki panjang bola mata. Jadi, meski telah menjalani operasi laser, Anda bisa saja masih mengalami rabun jauh apabila bola mata Anda juga terlalu panjang. Namun, setelah bentuk kornea diperbaiki dengan operasi laser, kondisi rabun jauh akan jadi lebih ringan.

5. Rabun jauh terjadi akibat cara melihat yang salah

Mitos ini ada benarnya. Seseorang dapat terkena rabun jauh jika sering melihat benda dari dekat dalam waktu yang lama, misalnya membaca, menjahit, atau melihat layar gadget. Namun, kondisi genetik juga memegang peranan yang besar.

Jika Anda sering melihat dekat, pastikan beri jarak sekitar 35 cm antara mata dengan benda yang dilihat. Terapkan juga aturan 20-20-20, yaitu setiap 20 menit, alihkan pandangan untuk melihat sejauh 20 kaki (6 meter) selama 20 detik. Jika sudah melihat objek dari dekat selama 2 jam, sebaiknya istirahatkan mata minimal 15 menit.

6. Melihat objek berwarna hijau dapat mengurangi atau mencegah rabun jauh

Mengistirahatkan mata dengan cara melihat objek yang jauh di sela-sela aktivitas adalah hal yang baik untuk dilakukan. Objek berwarna hijau, seperti tumbuh-tumbuhan, bisa saja terlihat ketika mata sedang melihat jauh. Namun, tidak ada keharusan untuk melihat benda atau pemandangan yang berwarna hijau sewaktu mengistirahatkan mata.

7. Rabun jauh disebabkan oleh kebiasaan membaca sambil tiduran

Kebiasaan membaca sambil tiduran, membaca dalam gelap, dan menonton TV terlalu lama dapat membuat mata harus fokus pada benda-benda yang jaraknya dekat dalam waktu lama. Hal inilah yang bisa meningkatkan risiko terjadinya rabun jauh. Kebiasaan ini lebih sering dilakukan anak-anak.

Jadi, jika Anda melihat bahwa anak Anda memiliki kebiasaan yang bisa merusak mata, cobalah untuk memeriksakannya ke dokter mata. Gangguan penglihatan yang terlambat diketahui dapat menyebabkan kelainan yang lebih serius, misalnya mata malas (amblyopia).

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Muhammad Syahrianto

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: