Kredit Foto: Istimewa
Sujiwo kembali menambahkan bahwa tugas pendidikan adalah bagaimana menghadapi paradoks tersebut.
“Semua hal yang ada di alam adalah paradoks. Tugas pendidikan adalah bagaimana menghadapi paradoks tersebut. Hadirnya Covid-19 ini mencontohkan banyak paradoks dalam kehidupan, seperti semakin dekat hubungan dengan seseorang, semakin menjauh. Paradoks bagi pendidik saat ini ialah bagaimana mereka bisa all out bekerja di tengah pandemi?” imbuhnya.
Lebih lanjut, Sujiwo ingin manusia kembali sadar bahwa kita (manusia) bukanlah yang terpenting di alam ini.
“Covid-19 menyadarkan kita bahwa kita (manusia) bukan yang terpenting di alam, tetapi yang berbeda. New normal sektor pertanian ke depan saya harap meskipun sudah menggunakan teknologi canggih, tetap tidak melupakan keseimbangan alam dan mengesampingkan tradisi. Karena tradisi menghidupi sekitar. Kebijakan paling ideal adalah kolaborasi budaya, agama, dan negara.” lanjut Sujiwo Tejo lagi. (VNL)
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Editor: Fajria Anindya Utami