Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Progres Makin Baik, 7 Provinsi Berhasil Tekan BOR Hingga di Bawah 30%

Progres Makin Baik, 7 Provinsi Berhasil Tekan BOR Hingga di Bawah 30% Kredit Foto: Antara/Kompas/Heru Sri Kumoro/Pool
Warta Ekonomi, Jakarta -

Penerapan PPKM Darurat yang kemudia dilanjutkan PPKM Level 4 mulai menunjukkan progres yang signifikan. Per 18 Agustus 2021, Satgas Covid-19 melaporkan terdapat 7 provinsi yang berhasil menekan angka bed occupancy rate (BOR) hingga di bawah 30%.

"Total ada 30 provinsi dengan angka keterpakaian tempat tidurnya di bawah 60%. Bahkan, 7 di antaranya ada di bawah 30%. Di antara 7 itu, tiganya di Pulau Jawa," jelas Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Covid-19 Dewi Nur Aisyah di siaran daring BNPB Indonesia, Rabu (18/8/2021).

Baca Juga: Jubir Covid-19 Sebut Tiga Modal Melawan Covid-19 Ini Perlu Diperkuat

Adapun ketujuh provinsi yang dimaksud adalah Jawa Barat, Banten, Nusa Tenggara Barat (NTB), DKI Jakarta, Kepulauan Riau, Papua Barat, dan Maluku.

"Jadi, kita melihat kemajuan yang sangat signifikan terjadi dalam beberapa pekan terakhir pasca penerapan PPKM Level 4 atau PPKM Darurat," lanjut Dewi.

Akan tetapi, masih terdapat sejumlah provinsi yang keterisian BOR-nya berada di zona oranye, atau memiliki angka di atas 60% tetapi masih di bawah 80%. Keempat provinsi tersebut adalah Bali, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Sementara iitu, keterisian tempat tidur di ruang ICU menunjukkan hasil yang berbeda dengan angka BOR secara garis besar. Dewi menyampaikan masih ada dua daerah yang memiliki angka keterisian BOR di atas 80%, yaitu Bangka Belitung (95%) dan Kalimantan Timur (83%).

Namun, Dewi mengingatkan tingginya angka tersebut bisa jadi disebabkan jumlah ketersediaan ruang ICU di daerah yang cukup terbatas.

"Kita harus paham mungkin ketersediaan tempat tidurnya tidak banyak jadi mungkin sebenarnya karena jumlah [tempat tidur]nya sedikit jadi keterpakaiannya hampir penuh," papar Dewi.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Imamatul Silfia
Editor: Alfi Dinilhaq

Tag Terkait:

Bagikan Artikel: