Bye-Bye! Jelas Banget Kalau Prabowo Ditinggalkan, Sekarang Pendukungnya Lebih Milih Sosok Ini....

Bye-Bye! Jelas Banget Kalau Prabowo Ditinggalkan, Sekarang Pendukungnya Lebih Milih Sosok Ini.... Kredit Foto: Instagram/Prabowo Subianto

Lembaga survei Indonesia Political Opinion (IPO) merilis riset survei terbarunya mengenai elektabilitas sejumlah tokoh yang digadang-gadang sebagai bakal capres 2024. Survei tersebut memperlihatkan elektabilitas Prabowo Subianto yang dijagokan Gerindra malah merosot.

Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah, menjelaskan, dari jawaban responden jika pemilihan presiden dilaksanakan hari ini, elektabilitas Prabowo hanya sebesar 8,4 persen. Dengan perolehan tersebut, Prabowo berada di urutan kelima dari 30 nama yang dinominasikan. Namun, untuk Sandiaga Uno justru moncer karena menempati posisi dua dengan angka elektabilitas 13,8 persen. Baca Juga: Slamet Maarif, Sosok yang Menonjol di Reuni 212: Pernah Ingatkan Prabowo untuk Hati-hati

"Bahkan, dalam skema tokoh menteri paling di sukai, Sandiaga Uno berhasil menduduki posisi puncak dengan tingkat kesukaan publik sebesar 86 persen. Disusul Tri Rismaharini 82 persen, baru kemudian Prabowo Subianto sebesar 77 persen," kata Dedi, dalam keterangannya, Sabtu, 4 Desember 2021. 

Menurut Dedi, saat ini pendukung Prabowo mulai beralih. Dia menganalisa eks Danjen Kopassus itu sudah mulai ditinggalkan pemilihnya.

"Terlihat mencolok jika Prabowo mulai ditinggalkan, beralih ke Sandiaga Uno yang mulai merangkak naik menggantikan Prabowo," tutur Dedi.

Dedi mengatakan peningkatan elektabilitas Sandiaga Uno dipengaruhi beberapa faktor. Di antaranya karena kejenuhan publik atas ketokohan Prabowo. Lalu, meningkatnya harapan publik agar Sandiaga Uno menggantikan posisi Prabowo. Selain itu, dipengaruhi faktor tren pemilih yang cenderung menyukai tokoh muda.

Dalam presentasi IPO terlihat jika popularitas Sandiaga sebesar 87 persen, berada di bawah Prabowo yang memperoleh angka popularitas sebesar 94 persen. Namun, dari sisi kesukaan publik, Sandiaga lebih unggul dibanding Prabowo. Dedi menyebut, terlihat ada ceruk persentase sekira 15 sampai 17 persen yang tidak suka pada Prabowo. Dengan demikian, kelompok ini rentan mempromosikan anti Prabowo.

"Sementara Sandiaga Uno, belum memiliki pembenci yang sedemikian kuat sebagaimana yang dimiliki Prabowo, ini tentu dilematis," ujarnya.

Dalam survei PO ini, Prabowo hanya berada di urutan ke 5. Menteri Pertahanan itu berada di bawah Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudoyono (AHY) yang memperoleh angka keterpilihan 10.2 persen. 

"Ganjar Pranowo dengan 11,6 persen, Sandiaga Uno sebesar 13.8 persen, serta posisi teratas Anies Baswedan 21.3 persen," katanya.

Survei ini mengambil representasi sampel sejumlah 1.200 responden yang tersebar proporsional skala nasional. Survei menggunakan random kish grid paper, sejumlah rukun tetangga (RT). Pun, setiap RT dipilih 2 keluarga (KK).

Lalu, setiap keluarga dipilih 1 responden (Rs) dengan pembagian lelaki untuk kuesioner ganjil. Perempuan untuk genap, total responden lelaki dan perempuan pada pembagian 50:50 persen. Metode ini memiliki pengukuran kesalahan (sampling error) 2.50 persen, dengan tingkat akurasi data 95 persen. Teknik pengambilan sampel menggunakan multistage random sampling (MRS), atau pengambilan sampel bertingkat. 

Investasi terbaik ialah investasi leher ke atas. Yuk, tingkatkan kemampuan dan keterampilan diri Anda dengan mengikuti kelas-kelas di WE Academy. Daftar di sini.

Lihat Sumber Artikel di Viva Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Viva. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Viva.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini