Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Prancis Sempoyongan Hadapi Covid-19! Ada 100.000 Infeksi Virus Setiap Hari

Prancis Sempoyongan Hadapi Covid-19! Ada 100.000 Infeksi Virus Setiap Hari Kredit Foto: AP Photo/Daniel Cole
Warta Ekonomi, Paris -

Prancis telah mencatat lebih dari 100.000 infeksi virus dalam satu hari untuk pertama kalinya dalam pandemi Covid-19. Bukan cuma itu, rawat inap pasien positif telah berlipat ganda selama sebulan terakhir. 

Dilansir Associated Press, Senin (27/12/2021), lebih dari 1 dari 100 orang di wilayah Paris telah dites positif dalam seminggu terakhir, menurut layanan kesehatan regional.

Baca Juga: Awas! Inggris Cetak Rekor Baru Covid-19, London Disapu Varian Omicron

Sebagian besar infeksi baru terkait dengan varian Omicron, yang diprediksi oleh pakar pemerintah akan dominan di Prancis dalam beberapa hari mendatang. Omicron sudah dominan di Inggris, tepat di seberang Selat.

Sementara itu lonjakan infeksi varian Delta dalam beberapa bulan terakhir mendorong penerimaan rumah sakit di Prancis, dan menempatkan ICU di bawah tekanan lagi selama liburan Natal.

Lebih dari 1.000 orang di Prancis dengan virus itu meninggal selama seminggu terakhir, menjadikan jumlah kematian keseluruhan negara itu menjadi lebih dari 122.000.

Pemerintah Presiden Emmanuel Macron mengadakan pertemuan darurat pada hari Senin untuk membahas langkah selanjutnya dalam mengatasi virus.

Beberapa ilmuwan dan pendidik telah mendesak untuk menunda kembalinya sekolah pasca-liburan, atau menyarankan untuk memberlakukan kembali jam malam.

Tetapi menteri pendidikan Prancis mengatakan sekolah harus dibuka seperti biasa pada 3 Januari, dan pejabat pemerintah lainnya bekerja untuk menghindari langkah-langkah yang akan menghancurkan pemulihan ekonomi negara itu.

Sebaliknya, pemerintah Prancis berharap vaksinasi yang ditingkatkan akan cukup. Pemerintah mendorong rancangan undang-undang yang mengharuskan vaksinasi untuk memasuki semua restoran dan banyak tempat umum, alih-alih sistem izin kesehatan saat ini yang memungkinkan orang menghasilkan tes negatif atau bukti pemulihan jika mereka tidak divaksinasi.

Halaman:

Editor: Muhammad Syahrianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan