Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Jaga Defisit APBN, Menkeu Purbaya Singgung Kemungkinan Penyesuaian Harga BBM Akibat Konflik Global

Jaga Defisit APBN, Menkeu Purbaya Singgung Kemungkinan Penyesuaian Harga BBM Akibat Konflik Global Kredit Foto: Cita Auliana
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bicara kemungkinan kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi. Langkah ini menjadi opsi jika harga minyak dunia terus melonjak akibat perang.

Untuk diketahui, lonjakan harga minyak dipicu oleh ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Maka dari itu, pemerintah mengkaji kebijakan ini untuk menghindari pembengkakan belanja subsidi pada APBN.

Kendati demikian, kenaikan harga minyak sangat sensitif terhadap kebutuhan belanja pemerintah pusat. Asumsi makro APBN tahun ini mematok harga minyak sebesar US$70 per barel.

Lebih lanjut, pemerintah akan melakukan simulasi jika harga minyak menyentuh level US$92 per barel. Defisit APBN berpotensi menembus angka 3,6 persen jika harga minyak bertahan tinggi.

Undang-undang pun telah menetapkan batas maksimal defisit APBN sebesar 3 persen dari PDB. Penyesuaian harga menjadi salah satu cara menjaga kesehatan fiskal negara.

“Kalau memang anggarannya enggak kuat sekali, enggak ada jalan lain,” ujar Purbaya Yudhi Sadewa. Pernyataan tersebut disampaikan di kantor Kemenkeu pada Jumat (6/3/2026).

Meski begitu, Purbaya menilai ekonomi Indonesia tetap kuat menghadapi kenaikan harga minyak mentah. Bendahara negara itu menyebut Indonesia memiliki pengalaman saat harga minyak mencapai US$150 per barel.

Pemerintah juga mempertimbangkan opsi penghematan pada pos belanja negara yang lain. Langkah-langkah penyesuaian terus dilakukan agar target defisit tetap terjaga.

Baca Juga: Enggak Usah Panic Buying, Pramono Pastikan Stok BBM Jakarta Aman di Tengah Perang Teluk

Lebih jauh, Purbaya belum merinci level harga minyak spesifik yang akan memicu kenaikan BBM. Kajian mendalam masih dilakukan dengan mempertimbangkan rata-rata harga minyak tahunan.

Sinergi antar lembaga diperkuat untuk memitigasi dampak ketidakpastian pasar keuangan global. Pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara daya beli masyarakat dan keberlanjutan anggaran.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Christian Andy
Editor: Amry Nur Hidayat