Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Suku-suku Paling Berbahaya di Dunia, Ada dari Tetangga Indonesia?

Suku-suku Paling Berbahaya di Dunia, Ada dari Tetangga Indonesia? Kredit Foto: National Geographic/Raghubir Singh
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ada banyak suku yang paling berbahaya di dunia dan bahkan pemerintah setempat menyarankan untuk tidak mendekati suku tersebut.

Seperti yang kita ketahui bahwa sejak awal kemunculannya, kehidupan manusia di dunia masih sangat sederhana dan tradisional.

Jangankan rumah yang layak huni, mereka bahkan hidup di gua dan bertahan hidup dengan mengonsumsi hewan yang mereka temukan di hutan. Namun, seiring berjalannya waktu, berbagai teknologi modern dan kehidupan manusia menjadi lebih baik. 

Tapi sayang, tidak semua orang bisa menikmati kehidupan modern yang dimiliki oleh kita saat ini. Sebab, percaya atau tidak di beberapa penjuru dunia masih banyak orang yang menolak kemajuan teknologi modern.

Umumnya mereka merupakan suku-suku kecil yang masih memilih untuk mempertahankan tradisi dan menjalankan kehidupan sederhana secara turun temurun.

Menyadur Triphobo dan sumber lain, berikut adalah suku yang paling berbahaya di dunia.  Lantas, Apa Saja Suku yang Paling Berbahaya di Dunia?

1. Suku Ayoreo

Ayoreo adalah salah satu suku yang paling berbahaya di dunia dan misterius sehingga wajib diwaspadai. Suku ini berada di hutan Chaco yang berada di Paraguay dan kerap menaruh curiga bila kedatangan orang asing.

Walaupun reaksi mereka mungkin terdengar berlebihan, kecurigaan yang dimunculkan oleh suku ini bukan tanpa alasan. Sebab, sejak beberapa tahun belakangan, ada banyak perusahaan asing yang membuka hutan dan menjadikan tempat tinggal mereka sebagai tempat peternakan. 

Lantaran tidak terima dengan tindakan tersebut, Suku Ayoreo mencoba untuk melawan para pendatang dengan menggunakan senjata tradisional.

Usaha tersebut tentunya tidak dapat mengalahkan para penebang liar yang mempunyai senjata lebih canggih. Karena kalah dari pertempuran, akhirnya mereka menyelamatkan diri dan kemudian meninggalkan hutan yang sudah ditempati selama berpuluh-puluh tahun. 

Halaman:

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Viva. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Viva.

Editor: Muhammad Syahrianto

Tag Terkait:

Bagikan Artikel:

Video Pilihan