Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Minus Indonesia, Inilah Negara ASEAN Peserta Olimpiade Beijing

Minus Indonesia, Inilah Negara ASEAN Peserta Olimpiade Beijing Kredit Foto: Reuters/Tingshu Wang
Warta Ekonomi, Beijing -

Tidak hanya negara empat musim di belahan bumi bagian utara dan selatan yang ikut bertanding di Olimpiade Musim Dingin atau Winter Olympic Beijing 2022. 

Beberapa negara tropis lainnya, seperti negara-negara ASEAN dan Arab Saudi juga mengirimkan sejumlah atlet untuk unjuk gigi di ajang pertandingan dan perlombaan di atas salju atau es itu. Total ada 84 negara dan wilayah yang turut serta dalam pesta olahraga internasional itu. 

Baca Juga: Ada Lebih dari 50 Kasus Covid-19 di Olimpiade Beijing, Pecah Rekor Harian

Dari anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), ada tiga negara yang ikut bertanding.

Ketiga negara tersebut, yakni Filipina, Malaysia, dan Thailand. Timor Leste yang secara geografis terletak di wilayah Asia Tenggara juga turut serta. Tapi, Timor Leste belum terhitung sebagai negara anggota ASEAN.

Dikutip dari Kantor Berita Antara, para atlet dari negara-negara ASEAN ambil bagian dalam parade kontingen pada acara pembukaan Winter Olympic di Stadion Nasional Beijing (Stadiun National Beijing) pada Jumat malam (4/2).

Para atlet dari Timor Leste tampil mengenakan baju adat. Mereka berada diurutan pertama di antara negara dari wilayah Asia Tenggara, dalam parade tersebut.

Disusul rombongan atlet dari Malaysia, Filipina, dan Thailand yang parade di hadapan Presiden China Xi Jinping bersama Presiden Komite Olahraga Internasional (IOC) Thomas Bach, dan ribuan tamu undangan yang memadati stadion berbentuk sarang burung itu.

Atlet dari beberapa negara yang sebelumnya melakukan boikot diplomatik, seperti Amerika Serikat (AS), Australia, Inggris, dan beberapa negara Eropa lainnya tampak turut mengikuti parade tersebut. Beberapa atlet dari China Taipei yang sebelumnya dikabarkan absen juga turun ke arena pembukaan.

Acara pembukaan Olimpiade Beijing diwarnai dengan berbagai atraksi seni dan pesta kembang api. Beberapa kota lainnya di China juga turut memeriahkan acara pembukaan tersebut dengan menggelar acara kesenian yang videonya diputar bersamaan dengan tari-tarian di Stadion Nasional.

Penyalaan obor Olimpiade Beijing 2022 secara estafet oleh beberapa atlet tuan rumah menandai dimulainya ajang multicabang olahraga musim dingin itu. Salah satu atlet yang terlibat dalam estafet obor Olimpiade kali ini adalah atlet berlatar belakang etnis minoritas Muslim Uighur, Dinigeer Yilamujian.

Dalam pidato pembukaan, Presiden Xi Jinping mengatakan, setelah 14 tahun memukau dunia dengan pertunjukan besar pada pembukaan pesta Olahraga Musim Panas 2008, Beijing kembali memukau penonton dunia. Tidak hanya dengan perayaan olahraga musim dingin, tetapi juga Festival Musim Semi yang disuguhkan pada upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin ke-24 ini.

Sementara Presiden IOC Thomas Bach mengobarkan semangat para atlet dari seluruh penjuru dunia dengan pesan perdamaian.

"Di dunia kita yang rapuh di mana perpecahan, konflik, dan ketidakpercayaan sedang meningkat, kami menunjukkan kepada dunia. Mungkin untuk sementara menjadi persaingan yang sengit, namun pada saat yang sama kita hidup bersama dengan damai dan penuh hormat," kata Bach. 

Pidato Bach tersebut terkesan menyinggung konflik Rusia Ukraina. Kedua negara itu diketahui juga mengirimkan atlet ke Olimpiade Beijing 2022. Konflik tersebut  menimbulkan ketidaknyamanan bagi para atlet Ukraina di Olimpiade tersebut.

"Kami jelas tidak berteman dengan atlet Rusia," kata atlet bobsledder Ukraina Lydia Gunko. "Kami harus berlatih dan tampil bersama mereka, tetapi karena negara mereka ingin mengganggu keutuhan negara kami, kami tidak dapat melakukan kontak dengan mudah dengan mereka," ucapnya.

Baca Juga: Keuntungan Formula E 2022 Rp5,29 Miliar, Pendukung Jokowi: Bukan Rp1,48 Triliun Seperti yang Digemborkan

Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka.

Editor: Muhammad Syahrianto

Advertisement

Bagikan Artikel: