Kata Trump, Konflik Iran-Amerika Serikat (AS) Diproyeksi Berlangsung Empat Pekan
Kredit Foto: Istimewa
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa dirinya kurang yakin dapat menyelesaikan konflik secara cepat dengan Iran. Ia menyebut konflik kedua negara bisa berlangsung hingga empat pekan, tergantung manuver dari Teheran.
Dikutip dari Daily Mail. Trump menyatakan bahwa operasi militernya sejak awal diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu bulan untuk mencapai tujuan dari AS.
“Ini selalu diperkirakan sebagai proses empat minggu. Kami memperkirakan sekitar empat minggu atau kurang,” kata Trump.
Ia menilai durasi tersebut berkaitan dengan luas wilayah serta kompleksitas operasi militer yang tengah berlangsung di Iran.
Namun Trump menyebut pihaknya masih membuka kemungkinan untuk kembali melakukan pembicaraan dengan Teheran. Meski demikian, ia tidak memastikan kapan negosiasi tersebut dapat dilakukan.
“Saya tidak tahu. Mereka ingin berbicara, tapi saya mengatakan mereka seharusnya berbicara minggu lalu, bukan minggu ini,” ujarnya.
Sebelumnya, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer terhadap Iran di Sabtu (28/2/2026). Operasi tersebut disebut bertujuan menghancurkan industri rudal serta kekuatan angkatan laut dari Teheran.
Serangan Washington dan Tel Aviv dilaporkan menargetkan berbagai fasilitas strategis serta sejumlah elite pemerintahan dari Iran. Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan tewas dalam rangkaian serangan udara tersebut.
Kematian Khamenei menandai perkembangan besar dalam konflik di Timur Tengah. Ia berpotensi memicu eskalasi lebih luas dalam kawasan tersebut.
Washington sebelumnya menyatakan bahwa operasi militer ini juga bertujuan menekan perubahan politik sekaligus mengakhiri ancaman yang dianggap berasal dari program rudal dan kebijakan keamanan dari Iran.
Baca Juga: Market Diguncang Perang Israel-Iran, Begini Nasib Harga Bitcoin (BTC) Hari Ini (2/3)
Hingga kini, situasi masih sangat tegang, dengan berbagai pihak internasional menyerukan penahanan diri dan mengutamakan jalur diplomasi untuk mencegah konflik meluas.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: