Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Industri Asuransi Tumbuh, FWD Fokus Integritas dan Kompetensi Agen

Industri Asuransi Tumbuh, FWD Fokus Integritas dan Kompetensi Agen Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah agen asuransi jiwa di Indonesia mencapai 233.998 orang per akhir November 2025 atau tumbuh sekitar 14% dibandingkan posisi Juni 2025. Pertumbuhan ini mencerminkan meningkatnya minat terhadap profesi agen sekaligus ekspansi industri asuransi di tengah kebutuhan proteksi yang terus bertambah.

Kenaikan jumlah agen dinilai menjadi indikator penguatan distribusi industri asuransi nasional. Namun, pertumbuhan tersebut juga diikuti tantangan peningkatan kompetensi dan kualitas layanan.

Chief of Agency FWD Insurance Indonesia Ang Tiam Kit menyatakan peningkatan jumlah agen perlu diimbangi standar profesionalisme yang kuat, termasuk pencapaian Million Dollar Round Table (MDRT).

“Kami percaya asuransi bukan sekadar produk perlindungan, melainkan upaya untuk memberikan makna dan relevansi baru bagi kehidupan nasabah. Oleh karena itu, MDRT menjadi prestasi yang memotivasi agen kami untuk secara konsisten menjalankan proses yang benar, menjaga integritas, serta memberikan solusi perlindungan yang tepat bagi setiap nasabah,” ujar Ang dalam keterangan tertulis, Senin (2/3/2026).

Menurutnya, potensi pertumbuhan agen asuransi di Indonesia masih terbuka lebar. Namun, peningkatan kuantitas harus disertai penguatan kompetensi dan pola pikir profesional agar kualitas distribusi tetap terjaga.

Baca Juga: Prudential dan Standard Chartered Luncurkan PRUTreasure Dollar, Asuransi Jiwa Berbasis USD

Baca Juga: Premi Asuransi Jiwa Tertekan, IFG Life Fokus Ekspansi Digital

Baca Juga: Aset Asuransi Jiwa Tembus Rp646 Triliun

FWD Insurance menyatakan mendukung pengembangan agen melalui pelatihan dan pendampingan berkelanjutan. Perusahaan juga memanfaatkan teknologi digital untuk memperkuat proses penjualan dan analisis kebutuhan nasabah.

Dukungan tersebut antara lain melalui FWD SMART untuk analisis kebutuhan finansial nasabah serta IRIS guna memonitor kinerja dan manajemen penjualan. Selain itu, edukasi finansial diperluas melalui program vodcast bertajuk The MDRT Mindset: Consistency Before Motivation.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri

Bagikan Artikel: