Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Sebut Khilafatul Muslimin di Indonesia Tumbuh Subur, MUI Sebut Ada Aktor di Belakang Itu Semua

Sebut Khilafatul Muslimin di Indonesia Tumbuh Subur, MUI Sebut Ada Aktor di Belakang Itu Semua Kredit Foto: Instagram
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketua Bidang Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta Ilyas Marwal menyebutkan ajaran Khilafatul Muslimin ialah gerakan yang dilarang.

Dia lantas mempertanyakan keberadaan kelompok Khilafatul Muslimin yang dinilainya tumbuh subur di Indonesia.

"Ini gerakan yang terlarang. Kok, di Indonesia bisa subur, berarti ada aktor di belakang itu semua," ujar Ilyas di Polda Metro Jaya, dikutip dari JPNN.com, Senin (20/6/2022).

Baca Juga: Heboh Sekarang, Ternyata Khilafatul Muslimin Sudah Ada di Era Soeharto, Pengamat: Ini Menunjukkan...

Dia juga merespons munculnya sekolah atau pondok pesantren (ponpes) yang dibuat kelompok Khilafatul Muslimin yang didoktrin dengan ajaran khilafah.

Ilyas menegaskan ponpes tersebut sangat merugikan umat Islam.

Sebab, pesantren sudah melekat dengan Islam.

"Kami mengakomodir umat Islam DKI Jakarta, apalagi ini dikatakan ponpes. Ini sebenarnya sangat merugikan sekali," jelasnya.

Dia menambahkan tercatat ada 125 ponpes di Jakarta.

Adapun di seluruh Indonesia sebanyak 37 ribu.

"Insyallah ponpes yang dikeluarkan, ada izin operasionalnya, yang dikeluarkan oleh Kemenag, saya yakin tidak ada yang memiliki pemahaman yang radikal," tegas Ilyas.

Menurutnya, bisa didata alumnus ponpes yang melakukan aksi pengeboman.

Dia juga memastikan para pelaku itu bukan alumnus ponpes yang benar.

"Saya rasa bisa didata, yang melakukan tindakan teroris, bom-boman di mana-mana, ancaman di mana-mana. Itu sebenarnya bukan alumni ponpes yang benar," kata Ilyas.

Dia memastikan Islam kontra terhadap teroris.

"Tidak ada konsep teroris dalam Al-Quran dan hadis," tuturnya.

Baca Juga: Bukan Puan Maharani, Elektabilitas PDIP Naik Jika Calonkan Ganjar, Anies, atau Prabowo

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Rosmayanti

Advertisement

Bagikan Artikel: