Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Sengit, Pasukan Ukraina dan Rusia Masih Bercokol, Zelenskiy Beber Fakta Menyakitkan

Sengit, Pasukan Ukraina dan Rusia Masih Bercokol, Zelenskiy Beber Fakta Menyakitkan Kredit Foto: Reuters/Stringer
Warta Ekonomi, Kiev, Ukraina -

Pasukan Ukraina dan Rusia tetap bercokol di medan pertempuran Ukraina timur hingga Rabu (22/6/2022). Ini juga menjadi hari peringatan di kedua negara untuk menandai ulang tahun invasi Hitler ke Uni Soviet pada tahun 1941.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy dalam pidato, Selasa (21/6/2022) mengakui sebuah fakta bahwa keunggulan besar dalam senjata artileri Rusia dalam pertempuran benar-benar dirasakan.

Baca Juga: Rusia: Tentara Ukraina Tolak Pergi ke Zona Perang karena...

"Berkat manuver taktis, tentara Ukraina memperkuat pertahanannya di wilayah Luhansk. Itu benar-benar tempat terberat. Para penjajah juga menekan kuat ke arah Donetsk," katanya, dilansir Reuters.

Gabungan provinsi Luhansk dan Donetsk dikenal sebagai Donbas, di mana separatis yang didukung Rusia telah memerangi pasukan Ukraina sejak 2014 setelah aneksasi Rusia atas Krimea dari Ukraina.

"Dan sama aktifnya dengan kami berjuang untuk keputusan positif oleh Uni Eropa tentang status kandidat Ukraina, kami juga berjuang setiap hari untuk persenjataan modern untuk negara kami. Kami tidak menyerah untuk satu hari pun," kata Zelenskiy, seraya mendesak negara-negara yang mendukung negaranya untuk mempercepat pengiriman senjata.

Dalam keputusan simbolis, Ukraina ditetapkan menjadi kandidat resmi untuk keanggotaan Uni Eropa pada Kamis (23/6/2022), kata diplomat Uni Eropa.

Kegagalan Rusia untuk membuat terobosan besar sejauh ini sejak menginvasi Ukraina pada 24 Februari berarti waktu ada di pihak Ukraina, menurut beberapa analis militer.

"Ini pertandingan tinju kelas berat. Dalam 2 bulan pertempuran, belum ada pukulan KO. Itu akan datang, karena pasukan RU menjadi lebih terkuras," pensiunan Letnan Jenderal AS Mark Hertling, mantan komandan pasukan darat AS di Eropa , tulis di Twitter.

Editor: Muhammad Syahrianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan