Kredit Foto: Sufri Yuliardi
PT BFI Finance Indonesia Tbk catatkan pembiayaan produktif mencapai 74,9% dari total piutang dikelola yang mana juga menjadi kontributor utama dalam portofolio perusahaan hingga akhir 2025.
Diketahui bahwa komposisi tersebut terdiri dari pembiayaan modal kerja sebesar 57,3% dan pembiayaan investasi sebesar 17,6%.
Sementara itu, pembiayaan multiguna memiliki porsi sebesar 22,0% dari total portofolio, sedangkan pembiayaan berbasis syariah berkontribusi sebesar 3,1%.
Melalui portofolio itu, BFI Finance konsisten menyalurkan pembiayaan kepada berbagai segmen konsumen, mulai dari kebutuhan individu hingga pelaku usaha dengan layanan pembiayaan yang diarahkan untuk mendukung para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta kebutuhan bisnis skala lebih besar.
Presiden Direktur BFI Finance Sutadi menyampaikan bahwa perusahaan terus memperkuat pengelolaan risiko untuk menjaga kualitas portofolio pembiayaan.
Baca Juga: BFI Finance Tahan Tekanan Ekonomi, Aset Tembus Rp25,5 Triliun!
Baca Juga: Pembiayaan Baru Naik 9,3%, BFI Finance (BFIN) Raih Laba Rp1,58 Triliun di 2025
“Melalui pengelolaan manajemen risiko yang cermat untuk menjaga kualitas aset, BFI Finance mampu mempertahankan stabilitas kinerja sekaligus mempertahankan posisi keuangan yang solid sebagai fondasi untuk pertumbuhan di masa depan,” kata Sutadi dalam keterangan tertulis, Minggu (8/3/2026).
Merinci, dari sisi kualitas pembiayaan, perusahaan mencatat rasio Non-Performing Financing (NPF) pada level yang relatif rendah, yakni NPF bruto tercatat sebesar 1,39% dan NPF neto sebesar 0,22% per 31 Desember 2025.
Angka tersebut lebih rendah dari rata-rata industri di level bruto 2,51% dan neto 0,77% berdasarkan data OJK per Desember 2025.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: