Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Indonesia Disebut sebagai Climate Superpower, Kok Bisa?

Indonesia Disebut sebagai Climate Superpower, Kok Bisa? Kredit Foto: Antara/Rony Muharrman
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indonesia digadang-gadang berpotensi untuk menjadi climate superpower. Salah satu pilar yang dapat mendukung hal tersebut adalah hutan gambut Indonesia.

Co-founder PT Rimba Raya Conservation Eka Ginting menjelaskan hutan gambut Indonesia merupakan pilar penting yang dapat membuat Indonesia menjadi climate superpower.

"Hutan gambut kita ini angkanya sekitar 12-15 juta hektare yang merupakan terbesar di dunia," ujar dia dalam webinar B20 Trade & Investment Task Force Reviving Local Community Through Decarbonization Projects in Indonesia, Jumat (24/6/2022).

Baca Juga: IDCTA Gandeng Startup Lokal Buat Insiatif Pengelolaan Sampah dengan Teknologi

Menurut Eka, hutan gambut terbentuk dari pelapukan bio massa pohon-pohon yang kemudian terendam di air danau atau ekosistem gambut itu sendiri, sehingga kandungan karbonnya tinggi. Apabila hal ini dibiarkan, akhirnya akan menjadi batu bara.

"Ini yang menjadikan kalau hutan gambut itu kering dan gambutnya itu terbakar, praktis susah sekali untuk dihentikan," terangnya.

Ketika hutan gambut terbakar namun tidak direstorasi, maka emisi akan terus berlangsung. Hal ini yang kemudian membuat adanya tuntutan besar untuk melakukan restorasi, terutama dari pemerintah.

"Di sisi lain, proses restorasi itu juga akan menimbulkan upaya-upaya menghasilkan pencegahan terjadinya emisi sehingga menciptakan nilai ekonomi yang sangat besar. Ini yang menjadikannya superpower," jelas Eka.

Bila semua lahan gambut Indonesia terbakar, kata Eka, maka target-target yang disepakati secara internasional tidak akan terwujud, termasuk Perjanjian Paris.

"Ini yang membuat Indonesia bisa dikatakan climate superpower, bahwa effort kita di sini dan tentu dampak ekonomi dari effort tersebut akan bisa menentukan terwujud atau tidaknya perjanjian internasional tentang emisi karbon. Jadi, ini salah satu pilar kenapa Indonesia merupakan climate superpower," pungkasnya.

Baca Juga: Bukan Anies dan FPI yang Bikin Ahok Kalah di Pilgub DKI Jakarta 2017, Geisz Chalifah: Dia Kalah Oleh Dirinya Sendiri...

Penulis: Imamatul Silfia
Editor: Rosmayanti

Advertisement

Bagikan Artikel: