Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Ngeri Abis! Loyalis Gus Dur Bongkar Tiga Blunder Fatal Cak Imin dalam Menghadapi Tahun Politik 2024

Ngeri Abis! Loyalis Gus Dur Bongkar Tiga Blunder Fatal Cak Imin dalam Menghadapi Tahun Politik 2024 Kredit Foto: Antara/Fauzan
Warta Ekonomi, Jakarta -

Mendekati tahun politik di 2024, manuver partai politik (Parpol) serta para kandidat potensial calon presiden mulai melakukan manuver. Hal ini juga tentu dilakukan oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) begitu juga dengan Ketua Umum mereka Muhaimin Iskanda alias Cak Imin.

Lewat narasi yang dikeluarkan beberapa kadernya, PKB masih menginginkan agar Cak Imin bisa maju jadi Capres 2024.

Namun akhir-akhir ini, perseteruan antara Cak Imin dengan salah seorang Putri Gus Dur, Yenny Wahid juga mencuri perhatian. Tak jarang perseteruan ini akan makin membuat PKB dan Cak Imin kesulitan di 2024.

Salah seorang loyalis Gus Dur, Imron Rosyadi Hamid bahkan menyebut ada tiga kesalahan fatal atau blunder yang Cak Imin lakukan dalam persiapannya untuk 2024.

Baca Juga: "Sahut-sahutan" Cuitan di Twitter antara Cak Imin dan Putri Gus Dur: Hahahaha

Blunder pertama menurut Imron adalah ketidakhadiran Cak Imin di pelantikan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Padahal menurut Imron, selama ini PKB mengklaim sebagai partai yang “dibidani” oleh NU.

“Baru pertama kali dalam sejarah, Ketua Umum PKB tidak hadir dalam acara pelantikan PBNU,” ujar Imron dalam keterangan resmi yang diterima redaksi wartaekonomi.co.id, dikutip Selasa (28/6/22).

Blunder kedua yang dilakukan oleh Cak Imin adalah melakukan delegitimasi terhadap Ketua Umum PBNU melalui pernyataannya bahwa KH. Yahya Cholil Tsaquf tidak memiliki pengaruh di akar rumput.

Imron menyinggung soal banyaknya program pemerintah yang sekarang dan sedang dikerjasamakan dengan PBNU, hal ini menurutnya akan bersinggungan langsung dengan “akar rumput”.

Baca Juga: Waduh! Berniat Usulkan Ganjar, Politikus PDIP Ini Minta PAN Berhati-hati

Editor: Bayu Muhardianto

Advertisement

Bagikan Artikel: