Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

PKS, NasDem, dan Demokrat Bisa Klop Gegara Capresnya Anies Baswedan, tapi Bagaimana untuk Cawapresnya?

PKS, NasDem, dan Demokrat Bisa Klop Gegara Capresnya Anies Baswedan, tapi Bagaimana untuk Cawapresnya? Kredit Foto: Antara/Aditya Pradana Putra
Warta Ekonomi, Jakarta -

Direktur Lingkar Madani Indonesia (Lima Indonesia) Ray Rangkuti menilai PKS, Partai NasDem, dan Partai Demokrat kemungkinan tak bisa klop.

Ray menilai sebenarnya koalisi ketiga partai itu akan sangat terbuka dari segi pengusungan capres dan cawapres. Sebab, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dinomorsatukan oleh kader Partai NasDem seluruh Indonesia dalam rakernasnya.

Baca Juga: Gak Yakin dengan Duet Pemersatu Bangsa Anies-Ganjar, Demokrat Justru Berharap ke Jokowi

"Tentu saja ini adalah langkah yang baik," ujar Ray kepada GenPI.co, Selasa (28/6).

Selain itu, dirinya juga menduga Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akan mendampingi Anies dalam Pilpres 2024. "Langkah tersebut baik bagi koalisi maupun publik. Sebab, koalisi akan membuat komitmen mereka lebih kuat," ucapnya.

Namun, kesepakatan atas capres dan cawapres merupakan tantangan pertama yang harus dilalui koalisi parpol. "Oleh sebab itu, tugas mereka saat ini adalah menata hal-hal yang sifatnya teknis saja," tuturnya.

Ray mengatakan bahwa membentuk koalisi bukanlah hal mudah untuk dilalui. "Walaupun tidak ada tantangan dari luar, masalah internal juga bisa jadi hambatan," kata dia.

Menurut Ray, ketiga parpol kemungkinan akan sangat kebingungan untuk mengusulkan nama cawapres. "Apakah AHY dapat diterima dan tidak merugikan Partai NasDem? Sebab, NasDem punya potensi bersaing ketat merebut suara pemilih dengan basis yang sama dengan Demokrat," ujar Ray.

Baca Juga: Setelah Bank Bengkulu, Kini Bank Sultra Gabung Dalam KUB Bank Bjb

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Advertisement

Bagikan Artikel: