Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Rocky Gerung Prediksi Jokowi Bakal Tinggalkan PDIP Gegara Putra Mahkota: PDIP Sebetulnya Udah Nggak Bisa

Rocky Gerung Prediksi Jokowi Bakal Tinggalkan PDIP Gegara Putra Mahkota: PDIP Sebetulnya Udah Nggak Bisa Kredit Foto: Twitter: @PDI_Perjuangan
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pengamat Politik Rocky Gerung memprediksi langkah politik Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang disebutnya akan meninggalkan PDIP. Hal ini, menurut Rocky, karena PDIP tidak memberi dukungan kepada Ganjar Pranowo.

Ganjar Pranowo memang disebut-sebut sebagai putra mahkota Jokowi yang telah dipilihnya untuk mewarisi jabatan presiden pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang. Oleh karena itu, kata Rocky, Jokowi butuh partai baru untuk menjadi pengasuhnya.

Rocky Gerung melihat yang paling mungkin menjadi pengasuh Jokowi adalah PDIP karena partai lainnya dianggap lebih kecil dari PDIP dan dimiliki kelompok tertentu.

Baca Juga: Soal Mendamaikan Ukraina-Rusia, Rocky Gerung Sebut Jokowi Sendirian Kurang “Nendang”: Kalau Indonesia Datang dengan…

"Tentu yang paling mungkin ya PDIP sebetulnya tapi udah nggak bisa. Partai lain kan partai kecil dan dimiliki oleh kelompok tertentu," ujar Rocky Gerung di kanal YouTube-nya pada Minggu (4/7/2022).

Tetapi, ia melihat partai lain yang mungkin bisa menjadi pengasuh bagi Jokowi, yaitu Partai Golongan Karya (Golkar) yang tidak dimiliki kelompok tertentu saja.

"Yang paling netral sebetulnya partai semacam Golkar. Golkar kan partai milik semua umat dan semua profesi," lanjutnya.

Baca Juga: Jokowi Dianggap Gagal Damaikan Rusia dan Ukraina, Masinton PDIP Tegas: Diplomasi Itu Berproses

Jika Jokowi masuk ke Golkar, itu bisa membuat opini publik menjadi positif terhadap Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dimana diketahui Golkar merupaka penggagas koalisi tersebut.

"Jadi, kalo misalnya Golkar kemudian kasih semacam sinyal bahwa dia bisa jadi semacam pengasuh dari sisa akhir jabatan Presiden Jokowi, maka KIB itu akhirnya dilihat orang sebagai KIB itu betul-betul dalam upaya untuk membuat bangsa ini tidak retak seretak-retaknya," jelasnya.

Rocky Gerung menambahkan bahwa jika sinyal tersebut ada, maka partai-partai lainnya akan berpikir untuk bergabung ke KIB.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Fajar.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Fajar.co.id.

Editor: Ayu Almas

Bagikan Artikel:

Video Pilihan