Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Irjen Napoleon Buka-Bukaan Soal Kematian Brigadir J: Terungkap atau Tidaknya Tergantung....

Irjen Napoleon Buka-Bukaan Soal Kematian Brigadir J: Terungkap atau Tidaknya Tergantung.... Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Warta Ekonomi, Jakarta -

Terdakwa kasus penganiayaan terhadap M Kece, Irjen Napoleon Bonaparte, ikut bersuara terkait kasus tewasnya Brigadir J di rumah dinas eks Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo, Jumat (8/7/2022) lalu.

Menurutnya, terungkapnya kasus tersebut tergantung kejujuran dari pimpinan Polri.

Napoleon awalnya meminta agar masyarakat tetap mendukung institusi Polri agar kasus kematian Brigadir J bisa terungkap dengan tuntas.

Baca Juga: Terkait Pistol Glock 17 Bharada E, Irjen Napoleon Buka Suara: Untuk Mendapatkannya Harus...

Eks Kadiv Hubiter Bareskrim Polri tersebut pun meminta agar orang-orang yang diduga terlibat dalam kasus ini bisa bersikap kesatria untuk mengungkap fakta di balik kasus polisi tembak polisi tersebut.

"Tolong publik tetap dukung institusi Polri, kemudian kepada siapapun yang terlibat dalam kasus itu yang merasa berbuat, kan ada korban ya. Saya imbau anda untuk bersikap kesatria, gentle, jangan cemen karena ada korban, sampaikan yang sebenarnya," kata Napoleon di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (21/7/2022).

Jenderal bintang dua itu pun menganggap terungkap atau tidaknya kasus ini tergantung pada pimpinan Polri. Sebab, kata dia, kepemimpinan yang jujur bisa menentukan terungkapnya kasus tersebut.

"Terungkap atau tidak terungkapnya permasalahan itu sangat tergantung pada kepemimpinan Polri. Kejujuran dari kepemimpinan. Kepemimpinan yang jujur sangat menentukan terungkap terbuka atau tidaknya kasus. Tapi saya minta mari tetap kita dukung usaha Polri ya," kata Napoleon.

Dalam kasus ini, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menonaktifkan sejumlah pejabat. Pertama, Ferdy Sambo selaku Kadiv Propam Polri, kemudian Karo Paminal Divpropam Polri Brigjen Pol Hendra Kurniawan dan Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Budhi Herdi Susianto.

Baca Juga: NasDem Jangan Usung Anies Baswedan, Bisa Kesulitan Nanti

Napoleon menilai, itu merupakan langkah yang tepat. Dia juga meminta agar publik terus memantau perkembangan kasus tersebut.

"Langkah Kapolri itu sudah tepat menonaktifkan pejabat-pejabat. Begini nonaktif sementara itu beda dengan diganti. Nonaktif sementara masih bisa kembali. Jadi mari kita pantau terus kasus ini perkembangannya sampai ke mana dan harapan saya kepemimpinan yang jujur itu yang sangat menentukan sampai ke mana Kasus itu berjalannya terbuka atau tidak terbuka."

Baca Juga: Waduh! Berniat Usulkan Ganjar, Politikus PDIP Ini Minta PAN Berhati-hati

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Suara.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Suara.com.

Editor: Adrial Akbar

Advertisement

Bagikan Artikel: