Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

PLN UIP JBT Gaet Dinsos Bandung Beri Pelatihan Daur Ulang Kertas Bagi Kelompok Disabilitas

PLN UIP JBT Gaet Dinsos Bandung Beri Pelatihan Daur Ulang Kertas Bagi Kelompok Disabilitas Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Warta Ekonomi, Bandung -

PT PLN (Persero) terus mendukung kemandirian ekonomi masyarakat, termasuk bagi penyandang disabilitas. Kali ini, PLN menggandeng Dinas Sosial Kabupaten Bandung dan Bandung Barat melaksanakan pelatihan keterampilan daur ulang kertas dan pembuatan handycraft.

Pelatihan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Pelatihan berlangsung selama 4 hari di Sentra Wyata Guna, Kota Bandung. Dalam pelaksanaannya, PLN menggandeng pelatih dan pendamping dari Yayasan Kreatif Usaha Mandiri dan Alami (Kumala) dan Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat.

General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah, Djarot Hutabri EBS mengatakan, adanya pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan serta menciptakan produk kreatif yang dapat menjadi salah satu sumber penghasilan.

Baca Juga: PLN Pasok Listrik 9,3 MW di Dua Pabrik Kelapa Sawit PTPN V

"Selain itu, program ini juga diharapkan dapat menjadi metode untuk mengedukasi masyarakat bahwa sampah dapat diubah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomis. Jadi, tidak hanya dari segi pendidikan, program pelatihan ini juga memberikan manfaat dari segi lingkungan dan ekonomi,"kata Djarot kepada wartawan di Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (27/8/2022)

Adapun, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat Sri Dustirawati mengatakan, melalui pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan peserta. Kemudian, pelatihan ini menjadi ajang untuk bertukar informasi hingga memperluas pasar.

“Alhamdulillah kegiatan ini berjalan dengan baik, mudah-mudahan bisa semakin meningkatkan kemampuan para peserta. Melalui pelatihan ini selain dapat mengembangkan diri, meningkatkan keterampilan, juga saling bertukar informasi hingga memasarkan produk-produk demi meningkatkan kualitas hidup para penyandang disabilitas," jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Kumala Dindin Komarudin,  menjelaskan bahwa pelatihan ini menggunakan konsep re-share di mana narasumber yang memberikan pelatihan adalah peserta dari pelatihan yang diadakan oleh Yayasan Kumala sebelumnya.

“Kami juga berharap ke depannya, para peserta bisa menekuni sampai bisa produksi sendiri dan menjadi pelatih untuk membagikan ilmunya secara lebih luas kepada rekan-rekan disabilitas lainnya," ungkapnya.

Baca Juga: Dinilai Terdepan dalam Transformasi Digital, PLN Diganjar Penghargaan INDI 4.0 Kemenperin

Sementara itu, salah satu penyandang disabilitas yang berasal dari Kabupaten Bandung Barat, Kuswara juga turut membagikan pengalamannya selama mengikuti pelatihan ini.

Keterbatasan fisik tak menyurutkan semangat dirinya untuk terus berkarya dan meningkatkan taraf hidupnya.

“Senang bisa ikut kegiatan ini karena sebelumnya saya juga menjalankan usaha kerajinan dari bahan karet. Paling suka kegiatan membuat handycraft karena seru, ada teknik pelipatan dan pengeleman yang harus dikuasai. Selama empat hari kami dapat ilmu lebih untuk mengolah barang bekas menjadi barang baru yang bernilai guna,”pungkasnya

Baca Juga: Hingga Oktober 2022, Volume Transaksi QRIS Bank Mandiri Tembus Rp 2,6 Triliun

Penulis: Rahmat Saepulloh
Editor: Annisa Nurfitriyani

Advertisement

Bagikan Artikel: