Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

JIS Belum Layak untuk Pertandingan Internasional, Ade Armando: Ikhlas Saja Pak Anies!

JIS Belum Layak untuk Pertandingan Internasional, Ade Armando: Ikhlas Saja Pak Anies! Kredit Foto: Imamatul Silfia
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pegiat media sosial, Ade Armando dalam YouTube-nya mengatakan Anies Baswedan harus ikhlas dari harapannya menjadikan Jakarta International Stadium (JIS) sebagai tonggak keberhasilannya sebelum meninggalkan Jakarta. 

“Sementara Anies harus puas dengan JIS digunakan untuk sholat Idul Fitri dan Idul Adha. Menjadi semacam Masjidlah. Tapi sebagai stadium olahraga masih banyak yang harus dibenahi,” ungkap Ade seperti dikutip dari video youtubenya, Rabu (14/09/22).

“Rasanya sih sampai dia turun jabatan di Oktober nanti JIS masih belum digunakan sebagai seharusnya. Alasannya sederhana, karya Anies ini tidak dibuat dengan perencanaan dan konsultasi memadai,” tambah Ade.

Baca Juga: Anies Baswedan Santai Meski Data Pribadinya Dibobol Hacker Bjorka: Kebanyakan Salah Itu

Ade juga berkomentar walau terlihat megah, JIS tidak memenuhi kualifikasi minimal sebuah stadion olahraga yang dihadiri puluhan ribu penonton. Ini terungkap gara-gara penilaian PSSI. Awalnya, JIS dijadwalkan menjadi lokasi kedua laga uji coba Timnas Indonesia versus Curacao pada 27 September. 

Namun, setelah melakukan uji kelayakan, PSSI menyimpulkan JIS belum memenuhi kriteria salah satunya adalah soal tempat parkir. JIS dapat menampung 80.000 penonton namun hanya bisa menampung 8.000 kendaraan roda empat. 

“Kapasitas parkir ini jauh dari rekomendasi FIFA. Untuk stadion berkapasitas 60.000 penonton saja harus tersedia tempat parkir untuk 10.000 mobil,” kata Ade.

Baca Juga: Prasteyo Edi PDIP Mohon Simak Baik-baik! Ngelarang Anies Baswedan Melantik Pejabat Tinggi, Jawaban Pemprov DKI Jakarta Tegas!

“Soal berikutnya adalah ketidaksiapan area tim yang akan berlaga. PSSI melihat plafon di JIS terlalu rendah sehingga sehingga bus pengangkut tim tidak bisa masuk secara langsung,” tambahnya. 

Kelemahan lain adalah soal pintu masuk stadion oleh penonton. Saat ini hanya ada satu pintu masuk dan keluar. Sehingga dikhawatirkan jika penonton bersamaan keluar akan memakan waktu lama.

PSSI juga menganggap faktor keamanan kurang diperhatikan. Seharusnya ada penambahan pagar pembatas di beberapa titik area penonton untuk mengantisipasi jika terjadi bentrok. 

Baca Juga: DPRD DKI Larang Anies Lantik Pejabat hingga Buat Kebijakan Strategis, Begini Respons Pemprov DKI: Tak Ada Aturannya!

Disisi lain, PT Jakarta Propertindo (Jakpro) sebagai pengelola JIS mengatakan bahwa PSSI terlalu mengada-ada. Jakpro mengatakan JIS dirancang oleh konsultan dari Inggris, Buro Happold.

Buro Happold tidak hanya fokus dalam proyek stadion semata, melainkan juga dalam bangunan lainnya seperti Museum Elizabeth II, Museum Liverpool, The Globe Theatre, dan lain sebagainya. Mereka juga yang merancang Stadion Emirates sebagai markas Arsenal saat ini.

Masalahnya menurut Ade, itu tidak menjawab persoalan mendasar yang disebut PSSI. Dan selama apa yang dipersoalkan PSSI tidak terpenuhi maka hampir pasti JIS tidak akan bisa digunakan untuk pertandingan internasional. 

Baca Juga: Anies Baswedan Soal Klaim Bjorka Tembus Data Pribadinya: Sayangnya Salah!

“Dan dia tahu dia harus mengubur harapannya melihat JIS menjadi tempat ajang sepak bola internasional sebelum ia mengakhiri masa jabatannya. Ikhlaskan saja ya Pak Anies,” tutup Ade.

Baca Juga: Didominasi Tabungan Wadiah, Simpanan BSI Melonjak Hingga 11,86%

Penulis: Sabrina Mulia Rhamadanty
Editor: Sabrina Mulia Rhamadanty

Advertisement

Bagikan Artikel: