Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Gawat! Tekad Rusia Sudah Bulat untuk Habis-habisan Lawan Ukraina, di Mana PBB?

Gawat! Tekad Rusia Sudah Bulat untuk Habis-habisan Lawan Ukraina, di Mana PBB? Kredit Foto: Reuters/Dado Ruvic
Warta Ekonomi, Jakarta -

Konflik antara Rusia dan Ukraina sudah berlangsung lebih dari 7 bulan. Namun sampai saat ini belum ada tanda-tanda konflik akan segara berakhir. 

Apalagi, negara-negara NATO sekutu Ukraina terus memasok bantuan untuk melawan Rusia. Pada gilirannya, dampak akibat perang Ukraina-Rusia ini memang luar biasa. 

Baca Juga: PBB Pastikan Pasokan Pangan dari Rusia dan Ukraina, Ini Tanggapan Menlu Retno

Dampaknya meliputi dari sisi politik, ekonomi, militer, dan lain-lain yang dihadapi tidak hanya oleh Ukraina dan Rusia tetapi juga di Eropa. Bahkan, hampir seluruh dunia, baik negara-negara sekutu Rusia maupun negara negara sekutu Ukraina dan NATO. 

Akibat perang ini puluhan ribu tentara Rusia dan Ukraina menjadi korban tewas. Jutaan penduduk Ukraina eksodus dari negaranya dan menjadi pengungsi di wilayah-wilayah negara Eropa di sekeliling. 

Sementara itu, institusi PBB tidak mampu menghentikan pertumpahan darah tersebut. 

Akibat serangan yang dilakukan rezim Presiden Vladimir Putin ke Ukraina, Rusia mendapat berbagai sanksi dari Eropa maupun Amerika Serikat. 

Rusia pun tak tinggal diam. Moskow mengancam untuk tidak mengalirkan gasnya yang selama ini banyak dibutuhkan oleh negara-negara di Eropa dialirkan lewat pipa gas North Stream milik perusahaan raksasa gas Rusia Gazprom. 

Hal tersebut telah memukul industri di Eropa dan menyebabkan Eropa membeku karena tidak ada gas untuk memanasi ruangan. 

Pada awalnya serangan Rusia ke Ukraina ini diperkirakan Rusia akan dengan cepat mengalahkan dan menguasai Ukraina. Namun setelah berbulan-bulan perang terjadi belum ada tanda tanda Rusia dapat menaklukkan Ukraina. 

Dengan kekuatan militer dan jumlah tentaranya Rusia memang diprediksi akan dengan cepat mampu menjatuhkan Ukraina. Karena kekuatan militer Ukraina sangat jauh dibandingkan kekuatan militer Rusia. 

Namun ternyata setelah 6 bulan lebih berlalu pertempuran Tersebut Ukraina ternyata tidak mudah ditaklukkan bahkan yang terjadi saat ini terjadi pukulan balik oleh tentara Ukraina terhadap Rusia.

Pasukan Ukraina mulai aktif mengusir Rusia dari wilayahnya. Terbaru, Kyiv mengatakan pasukannya sukses merebut kembali lebih dari 20 kota dan desa hanya dalam satu hari terakhir.

Ini terjadi setelah pasukan Rusia melarikan diri meninggalkan Izium, benteng utamanya di timur laut Ukraina. 

Baca Juga: Kalau Rusia Balik Membalas, Presiden Ukraina Bersumpah: Ada Persiapan Berikutnya

Diketahui ribuan tentara Rusia telah meninggalkan posisi mereka, meninggalkan persediaan amunisi dan peralatan yang sangat besar.

Enam bulan perang dengan Ukraina, orang dalam militer mengatakan pasukan Kremlin sudah tidak memiliki tenaga untuk melanjutkan pertempuran dan kini dilaporkan mundur ke Donbas karena kerugian Rusia di Ukraina memakan korban.

Rusia diprediksi akan melakukan pertempuran habis habisan dengan melawan Ukraina. Karena dengan besar nya kerugian Rusia melakukan penyerangan ke Ukraina selama ini maka tidak ada pilihan lain bagi Rusia kecuali bertempur habis habisan. 

Data dari pihak Ukraina menyebut, kini jumlah korban tewas Rusia dalam perang enam bulan telah meningkat menjadi sekitar 48.000 personel per awal September.

Para pejabat Barat memperkirakan jumlah orang Rusia yang tewas antara 70.000 dan 80.000, sementara Kremlin sendiri belum memperbarui jumlah terakhir 1.351 jiwa dari Maret. 

Dunia memang masih menunggu bagaimana akhir dari konflik Rusia - Ukraina ini. Rusia memang tidak memiliki pilihan lain kecuali memenangkan peperangan dengan Ukraina ini. 

Jika sampai Rusia kalah dalam pertempuran ini maka Rusia kemungkinan akan diserang balik tidak hanya oleh Ukraina tetapi juga oleh Amerika dan Sekutunya negara negara NATO dan jika itu terjadi maka Putin akan jatuh dan Rusia akan hancur.

Dunia berharap banjir darah dapat berhenti di wilayah ukraina, namun plan perang besar-besaran Rusia kepada Ukriana akan menyebankan banjir darah akan terjadi kembali. Hal tersebut terjadi artinya PBB dan lembaga kemanusiaan.

Baca Juga: PAN Jateng Dukung Pencapresan Ganjar Pranowo, Pengamat: Bisa Dapat Tiket Capres KIB

Baca Juga: Lihat Anies Pakai Private Jet, Ferdinand Hutahean: Dia Salah Satu Oligarki Migas?

Penulis: Achmad Nur Hidayat MPP, Inisiator dan Penggugat UU IKN ke MK

Editor: Muhammad Syahrianto

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: