Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

'Prabowo Selama ini Sudah Bantu Presiden, Tapi kok Jokowi Kasih Restunya ke Anies'

'Prabowo Selama ini Sudah Bantu Presiden, Tapi kok Jokowi Kasih Restunya ke Anies' Kredit Foto: Instagram/jokowi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Hasil survei CSIS menyebut kalau Anies Baswedan secara head to head menang melawan para capres potensial, termasuk dengan Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto.

Menanggapi itu, pengamat politik Rocky Gerung menilai itu adalah temuan survei yang menarik untuk dicermati. Karena pada faktanya Anies bukan capres kaya yang banyak uang.

Selain itu, reputasi CSIS juga tak dekat dengan kelompok Anies, bahwa tudingan hasil survei itu adalah pesanan terbantahkan.

"Tapi Indonesia itu ada dalam problem yang lain, yaitu membeli survei karena berupaya untuk menaikkan elektabilitas itu. Ganjar Pranowo pasti juga sudah lakukan itu dan Puan Maharani juga lakukan. Anies nggak mungkin karena Anies juga nggak tahu dia nggak punya uang. Jadi nggak mungkin dia. Nah, itu yang menarik kalau tiba-tiba survei Anies itu naik di beberapa lembaga survei, itu memang riil sebetulnya itu," kata Rocky Gerung.

"Jadi, daripada berupaya untuk menyembunyikan naiknya elektabilitas Anies, mending dipromosikan saja supaya mungkin Pak Jokowi tahu bahwa Anies berbahaya ini supaya Sprindik dikeluarin lebih cepat. Kira-kira begitu. Jadi, kalau kita analisis secara metode berpikir CSIS, kita musti hati-hati melihat keadaan di Republik ini melalui lensa CSIS,"

Rocky menilai CSIS sebenarnya ingin mengetahui tingkat penerimaan Anies Baswedan sudah sampai ke daerah apa belum karena kepentingan CSIS adalah membaca politik Anies ini ke kanan atau ke kiri atau ke tengah.

"Dan bagi CSIS saya kira tetap dianggap bahwa Anies itu akan didukung oleh politik kanan Islam, gampangnya begitu.

"Jadi politik identitas itulah yang kelihatannya membuat CSIS mengumumkan angka itu bahwa Anies menang lawan dengan apapun kalau duel. Nah, itu sebetulnya kalau kita baca terbalik, kalau begitu hati-hati dengan Anies, itu berarti sinyal bahwa ya mungkin Anies akan dikerjain banyak lagi tuh.

Baca Juga: Restrukturisasi Kredit Diperpanjang, OJK Desak Perbankan Perkuat Mitigasi Risiko

Editor: Ferry Hidayat

Advertisement

Bagikan Artikel: