Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Kurangi Impor Bahan Pangan, Jokowi Dorong Pembinaan Petani

Kurangi Impor Bahan Pangan, Jokowi Dorong Pembinaan Petani Kredit Foto: Antara/Miftahul Faiz
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Joko Widodo mendorong penghenyian impor produk yang dapat diproduksi di dalam negeri, baik dari usah besar, kecil, maupun menengah.

Hal itu dikatakannya saat meluncurkan Gerakan Kemitraan Inklusif untuk UMKM Naik Kelas di Jakarta, kemarin. Jokowi memberi contoh mengenai impor aspal yang masih dilakukan, padahal Indonesia memiliki deposit aspal yang cukup besar di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara.

“Minggu lalu saya ke Sulawesi Tenggara, ke Buton, di sana ada deposit aspal itu 662 juta ton yang masih dalam proses hilirisasi, industrialisasi. Bisa usaha menengah, atau usaha kecil, atau usaha besar, tapi belum, baru satu perusahaan. Aspal kita sekali lagi 662 juta ton, kita malah impor,” ujarnya.

Presiden juga mendorong adanya pembinaan terhadap para petani untuk mengurangi impor komoditas bahan pangan. Sebagai contoh, ada penurunan nilai impor jagung di Indonesia karena adanya pendampingan kepada para petani jagung.

“Tadi disampaikan di depan, biasanya 1 hektare hanya 4 ton, sekarang 1 hektare bisa 8 ton. Cost produksi paling Rp1.800-Rp1.900 itu yang saya tahu waktu itu saya ke Dompu. Jualnya bisa Rp3.800 per kilo, untungnya sudah 100 %,” ujarnya,

Selain jagung, Jokowi juga meminta agar pembinaan dengan pola yang sama juga dilakukan kepada para petani komoditas pangan lain.

“Jangan hanya di jagung saja, harusnya produk-produk yang lain, komoditas yang lain harus bisa didampingi dengan pola yang sama. Kalau jagung bisa, mestinya padi juga bisa, singkong juga bisa, porang juga bisa, kopi juga bisa, semua,” imbuhnya.

Baca Juga: Jokowi: Indonesia Masih Dipercaya untuk Tujuan Investasi

Jokowi menegaskan pembinaan juga harus dilakukan kepada para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) seperti pengemasan produk dan penjenamaan yang baik.

Dengan adanya pembinaan tersebut, Presiden berharap produk hasil dari para pelaku UMKM dapat naik kelas hingga pasar internasional.

Baca Juga: Ahok Sentil Anies Pintar Ngomong, Refly Harun Heran: Justru Itu Kelebihan

Penulis: Boyke P. Siregar
Editor: Boyke P. Siregar

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: