Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Kolaborasi Memerlukan Etika Digital

Kolaborasi Memerlukan Etika Digital Kredit Foto: Unsplash/Josh Felise
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ruang digital memungkinkan orang-orang bertemu dengan perbedaan kultural. Interaksi antarbudaya ini menciptakan standar baru etika, di mana setiap warganet berinteraksi dan berpartisipasi dengan banyak orang melintasi batas geografis.

"Mereka dapat berkolaborasi dengan orang lain. Karena itu, segala aktivitas di ruang digital memerlukan etika digital," ujar Ketua Komite Kampanye dan Publikasi Mafindo, Yuli Setiowati, saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Mojokerto Jawa Timur pada Sabtu (1/10/2022), dikutip dari siaran pers yang diterima di Jakarta.

Baca Juga: Pengaruh Literasi Keuangan dan Digital serta Kepercayaan dalam Adopsi Layanan Keuangan Digital

Etika sebagai sistem nilai dan moral menjadi pegangan seseorang untuk mengatur tingkah lakunya, berlaku meskipun individu sedang sendirian. Sementara, etiket merupakan tata cara individu berinteraksi dengan individu lain dalam masyarakat yang berlaku jika individu berinteraksi dengan orang lain. Etiket merupakan tata krama dalam menggunakan internet yang berlaku dalam berinteraksi dengan orang lain di dunia maya.

Adapun kompetensi literasi digital terkait netiket meliputi mengakses informasi, menyeleksi, dan menganalisis informasi sesuai netiket saat berkomunikasi di platform digital. Kemudian upaya membentengi diri dari tindakan negatif di platform digital, serta etika saat memproduksi hingga menyebarkannya termasuk saat berpartisipasi membangun relasi dan kolaborasi data.

Untuk mencapai itu, warga digital harus memiliki kesadaran dan tanggung jawab memerhatikan dampaknya ke depan. Juga memiliki integritas atau kejujuran, misalnya menggunakan akun asli, serta melihat nilai kemanfaatannya.

Webinar #MakinCakapDigital 2022 untuk kelompok komunitas dan masyarakat di wilayah Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siber Kreasi.

Kali ini hadir pembicara-pembicara yang ahli di bidangnya antara lain Ketua Komite Kampanye dan Publikasi Mafindo, Yuli Setiowati; Praktisi Pendidikan dan Dosen, Herry Darmawan; serta Pemeriksa Fakta Senior Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), Bentang Febrylian. Untuk informasi lebih lanjut mengenai program Makin Cakap Digital hubungi info.literasidigital.id dan cari tahu lewat akun media sosial Siberkreasi atau instagram @literasidigitalkominfo.

Baca Juga: Gandeng DJKN, BSI Lelang 247 Aset dengan Limit Rp 251 Miliar

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Advertisement

Bagikan Artikel: