Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Arif Beber Nasib Ganjar Pranowo Jika Nekat Hengkang dari PDIP Demi Jadi Capres 2024: Bisa Hilang dari Peredaran, Lenyap

Arif Beber Nasib Ganjar Pranowo Jika Nekat Hengkang dari PDIP Demi Jadi Capres 2024: Bisa Hilang dari Peredaran, Lenyap Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Warta Ekonomi, Jakarta -

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo belum bisa memastikan langkahnya di panggung pencapresan karena hingga saat ini belum mendapat tiket dari PDIP. Meski namanya berhasil menjadi salah satu tokoh potensial sebagai capres, namun Ganjar dinilai masih sangat membutuhkan dukungan dari Partai Banteng yang dinaunginya.

Hal ini diungkap oleh Pengamat politik Arif Nurul Imam. Ia menyebut jika Ganjar nekat keluar dari PDIP demi menjadi capres, maka Eks Anggota DPR itu bakal menghadapi dampak serius, yaitu namanya kemungkinan akan lenyap dari peredaran politik.

Baca Juga: Bandingkan dengan Ganjar Pranowo yang Dinilai Gampang ‘Manut’, Helmi Felis Sebut Anies Baswedan Lebih Cocok Jadi Presiden

"Banyak sejarah memang kader-kader PDIP yang loncat itu hilang dari peredaran publik, lenyap namanya dari perbincangan politik, banyak," ujarnya dikutip dari YouTube hello9, Rabu (23/9/2022).

Salah satu contohnya yaitu Wakil Gubernur Jawa Tengah periode 2008-2013, Rustriningsih, yang hilang dari peredaran politik usai mundur dari PDIP.

"Misalnya yang Wakil Gubernur Jawa Tengah itu, Ibu Sri siapa itu yang perempuan itu, itu kan hilang sekarang hari ini, hilang dari orbit politik," ucapnya.

"Wakil gubernurnya Pak Bibit Waluyo itu Sri, mantan Bupati Kebumen itu, itu hilang. Dan kedua Pak Ganjar ini gak punya patron politik ketika keluar dari PDIP," sambungnya.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Apresiasi Nasionalisme Al Irsyad

Kemudian Ganjar tidak akan mempunyai pelindung politik, meskipun ia dijagokan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden di Pemilu 2024.

"Karena misalnya ketika diendorse oleh Pak Jokowi, Pak Jokowi juga bukan patron politik, karena dia tidak memiliki gerbong politik, dia di PDI juga kader biasa, bukan petinggi atau elit PDIP," tandas Arif.

Baca Juga: BSI Berangkatkan Umrah 120 Guru, Relawan dan Tenaga Medis

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Fajar.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Fajar.co.id.

Editor: Ayu Almas

Advertisement

Bagikan Artikel: