Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Tegaskan Jokowi Sangat 'Powerful', Panda Beberkan Kelakukan Jokowi Abaikan Anak Kesayangan Mega di Kabinet: Nggak Main-Main!

Tegaskan Jokowi Sangat 'Powerful', Panda Beberkan Kelakukan Jokowi Abaikan Anak Kesayangan Mega di Kabinet: Nggak Main-Main! Kredit Foto: Instagram/Panda Nababan
Warta Ekonomi, Jakarta -

Politikus senior PDI Perjuangan, Panda Nababan, menjawab analisis sebagian pihak yang menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah di fase lame duck alias sudah hampir digantikan sehingga harus mengumpulkan para relawannya.

Di hadapan eks Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Rizal Ramli dan jurnalis senior Bambang Harymurti, Panda menilai Jokowi masih sangat menikmati puncak kekuasannya saat ini.

Baca Juga: Optimis untuk Situasi Tahun Depan, Jokowi Ingatkan untuk Tetap Hati-Hati dan Waspada

"Bagaimana mau lame duck? Orang dia (lagi) nikmati," ujar Panda, dikutip Suara Manado dari kanal YouTube Total Politik, Rabu (30/11/2022).

Panda lantas mengungkit sikap dan insting politik Jokowi yang berbeda dari para pendahulunya. "Figur ini nggak bisa kupakai parameter seperti kekuasaan sebelumnya," terang Panda.

Panda mendasarkan penilaiannya ini pada cara Jokowi memperlakukan almarhum Tjahjo Kumolo. Sebagai informasi, Tjahjo pernah diberi amanah menjadi Menteri Dalam Negeri periode 2014-2019, lalu diamanahi kembali menjadi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) di periode kedua pemerintahan Jokowi.

"Aku yang bawa dia (Tjahjo Kumolo) masuk ke partai PDI Perjuangan, di Golkar dia waktu itu. Dia sangat tidak suka Jokowi jadi presiden," tutur Panda.

Namun, Tjahjo akhirnya berbalik mendukung Jokowi setelah Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, secara bulat memberikan dukungannya kepada Jokowi.

"(Sementara itu) Jokowi sebenarnya tidak suka si Tjahjo Kumolo masuk kabinet. Karena maunya Mega, dimasukin. Tapi apa yang terjadi? Lima tahun nggak diopeni (diurusi)," jelas Panda.

Padahal, hubungan Tjahjo dan Megawati pun tidak sembarangan. Beberapa kali Megawati mengutus Tjahjo untuk kepentingan partai, termasuk hampir dikirim bersama Panda dan Pramono Anung untuk menemui Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Baca Juga: Meriahkan Bulan Bahasa Bali V, Desa Dangin Puri Kangin Gelar Berbagai Lomba

Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Warta Ekonomi dengan Suara.com.

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Bagikan Artikel: