Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Industri Makanan dan Minuman RI Belum Terdampak Konflik Timur Tengah

Industri Makanan dan Minuman RI Belum Terdampak Konflik Timur Tengah Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kementerian Perindustrian memastikan industri makanan dan minuman saat ini belum terdampak perang. Konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran belum memengaruhi sektor mamin nasional.

Plt Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika memberikan keterangan resmi tersebut di Jakarta. Industri agro saat ini masih mengandalkan pasokan bahan baku dari dalam dan luar negeri.

Bahan baku impor untuk kebutuhan industri saat ini dilaporkan sudah masuk ke gudang. Stok tersebut telah tersedia sebelum eskalasi konflik di Timur Tengah meningkat tajam.

Kemenperin memprediksi dampak konflik baru akan terasa pada pengiriman bahan baku mendatang. Masalah utama yang akan muncul berkaitan dengan kendala pada jalur logistik internasional.

Importasi bahan baku industri agro rata-rata berasal dari Australia dan Thailand. Perusahaan mamin nasional juga mendatangkan sebagian besar pasokan dari wilayah Amerika Latin.

Negara-negara pemasok tersebut tidak terdampak langsung oleh penutupan Selat Hormuz. Jalur perdagangan dari wilayah itu relatif lebih aman dari gangguan keamanan di Timur Tengah.

Putu mengakui konflik ini nantinya bisa memengaruhi kenaikan biaya logistik global. Peningkatan ongkos kirim tersebut berpotensi berdampak pada kenaikan biaya produksi industri.

Industri mamin diproyeksikan mampu tumbuh di atas angka 6 persen pada tahun ini. Target pertumbuhan tersebut disokong oleh tingginya permintaan pasar saat Ramadan dan Lebaran.

Baca Juga: Rantai Pasok Tekstil hingga Mamin RI Terancam Konflik Iran–AS, Kemenperin Lakukan Ini

Pemerintah optimistis pertumbuhan industri tahun 2026 tidak akan turun dari capaian tahun lalu. Putu berharap pertumbuhan sektor ini bahkan bisa menyentuh level 7 persen.

Pemerintah terus memantau ketersediaan bahan baku guna menjaga stabilitas harga pangan. Kelancaran distribusi barang menjadi prioritas utama untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Christian Andy
Editor: Amry Nur Hidayat