Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Johnny G Plate Sebut Sosok Pemimpin Rambut Putih yang Diungkap Presiden Jokowi Cuma ‘Gimmick’ Semata

Johnny G Plate Sebut Sosok Pemimpin Rambut Putih yang Diungkap Presiden Jokowi Cuma ‘Gimmick’ Semata Kredit Foto: Rena Laila Wuri
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate mengatakan pernyataan Presiden Joko Widodo mengenai pemimpin rambut putih adalah gimmick politik. 

Ia juga mengungkap bahwa pernyataan tersebut merupakan gaya komunikasi politik yang memberikan sisi hiburan ke rakyat agar suasana politik nasional tidak terlalu tegang.

Baca Juga: Rela Jatuh Bangun Keluar Masuk Gerbong Prabowo Hingga Anies Baswedan, RG: Demi Menurunkan Jokowi!

"Itu gimmick-gimmick politik yang menarik yang ada sisi hiburannya bagi rakyat. Paling tidak kan mengisi juga percakapan rakyat untuk hal-hal yang tidak terlalu serius, yang tidak terlalu berat," kata Plate yang juga Sekretaris Jenderal DPP Partai NasDem di lingkungan Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/11/2022).

Plate tidak menampik sempat bergurau soal pemimpin rambut putih dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto di dalam Istana Negara ketika menunggu dimulainya penyerahan DIPA dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah tahun 2023, Kamis. Menurut Plate, hal itu merupakan bentuk ramah tamah.

"Itu kan komunikasi di antara para pemimpin. Di dalam kami sebagai menteri, tapi kan tidak bisa dipisahkan juga sebagai pemimpin politik, Pak Prabowo Ketua Umum Partai Gerindra, saya Sekjen Partai NasDem yang berkomunikasi dengan baik dan dalam keramahtamahan kan," kata dia.

Gaya komunikasi Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal pemimpin rambut putih, kata Plate, dapat membuat suasana politik dan suasana terkait isu-isu nasional menjadi lebih cair. 

Baca Juga: Sandiaga Uno Pilih Relakan Utang Anies Rp50 Miliar, Denny Siregar Ungkap Pengalaman Pahit Punya Teman Seperti Anies

Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Warta Ekonomi dengan Republika.

Editor: Sabrina Mulia Rhamadanty

Bagikan Artikel: