Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Relawan Kecam Spanduk Jokowi 3 Periode yang Ada di GBK: Kita Sudah Sepakat...

Relawan Kecam Spanduk Jokowi 3 Periode yang Ada di GBK: Kita Sudah Sepakat... Kredit Foto: Antara/Aprillio Akbar
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketua Sukarelawan Joman Immanuel Ebenezer mengkritisi adanya spanduk 3 periode saat acara Nusantara Bersatu yang digelar pendukung Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) beberapa waktu lalu.

Menurut dia, spanduk tiga periode di GBK tersebut merupakan hal yang kacau.

"Sebab, kami sudah sepakat demokrasi Indonesia, yakni pembatasan eksekutif hanya sampai 2 periode saja. Hal itu juga didukung oleh UU yang ada, tiba-tiba masih bicara tentang 3 periode," ucap Immanuel dalam acara KedaiKopi di Amaris Hotel Juanda, Jakarta Pusat, Minggu (4/11).

Baca Juga: Waduh Gawat! Dukungan Makin Kuat, Refly Harun Blak-blakan Soal Kemungkinan Skenario Istana Jegal Anies Baswedan: Jadikan Anies Tersangka!

Immanuel berpendapat sebenarnya secara etik dan moral tidak sesuai. Sebab, kata dia, kondisi Indonesia lagi carut-marut sehingga tak pantas membicarakan soal 3 periode.

Baca Juga: Makin Ketar-ketir Lihat Dukungan ke Anies Baswedan? Refly Harun Sebut Istana Mulai Bergetar: Kalau Dia Biasa-biasa Saja Pasti Tidak Ada…

"Jangan emosional mengalahkan rasionalitas," ujarnya. Menurut Immanuel, dukungan para sukarelawan bersifat emosional bukan rasionalitas.

Dengan demikian, kata dia, emosional publik tersebut dimanfaatkan segelintir orang yang pada akhirnya tidak lagi menjadi rasional.

Adapun Nusantara Bersatu dihadiri sukarelawan Jokowi dari berbagai elemen. Selain spanduk, dalam acara tersebut para sukarelawan juga sempat meneriakkan Jokowi 3 periode.

Baca Juga: Anies Safari ke NTB, Musni Umar Singgung Penolakan Bacapres NasDem: Wajar, Tapi yang Sambut Kan Puluhan Ribu Orang

Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Warta Ekonomi dengan GenPI.

Editor: Bayu Muhardianto

Bagikan Artikel: