Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Rakyat Makin Frustrasi, 2 Orang Tewas Gara-gara Lockdown China Dilonggarin

Rakyat Makin Frustrasi, 2 Orang Tewas Gara-gara Lockdown China Dilonggarin Kredit Foto: Reuters/Thomas Peter
Warta Ekonomi, Hong Kong -

China pada Minggu (4/12/2022) melaporkan dua kematian tambahan akibat COVID-19 setelah beberapa kota dengan hati-hati melonggarkan pembatasan anti-pandemi.

Dilansir Associated Press, Komisi Kesehatan Nasional mengatakan satu kematian dilaporkan masing-masing di provinsi Shandong dan Sichuan. 

Baca Juga: Intelijen Amerika: Vaksin Barat Ditolak Mentah-mentah Xi Jinping

Tidak ada informasi yang diberikan tentang usia para korban atau apakah mereka telah divaksinasi secara lengkap.

Sembilan dari 10 orang China telah divaksinasi, hanya 66% orang di atas 80 tahun yang mendapatkan satu suntikan sementara 40% telah menerima penguat (booster), menurut komisi tersebut. Dikatakan 86% orang di atas 60 tahun divaksinasi.

Mengingat angka-angka itu dan fakta bahwa relatif sedikit orang China yang telah membangun antibodi dengan terpapar virus, beberapa orang khawatir jutaan orang bisa mati jika pembatasan dicabut seluruhnya.

Pada hari Minggu, China mengumumkan 35.775 kasus lagi dari 24 jam terakhir, 31.607 di antaranya tanpa gejala, sehingga totalnya menjadi 336.165 dengan 5.235 kematian.

Sementara banyak yang mempertanyakan keakuratan angka China, mereka tetap relatif rendah dibandingkan dengan AS dan negara lain yang sekarang melonggarkan kontrol dan mencoba hidup dengan virus yang telah menewaskan sedikitnya 6,6 juta orang di seluruh dunia dan membuat hampir 650 juta orang sakit.

China masih memberlakukan karantina wajib bagi pelancong yang datang meski jumlah infeksinya rendah dibandingkan dengan 1,4 miliar populasinya.

Baca Juga: Gandeng Bank dan Multifinance, Penyaluran Pendanaan Modal Rakyat Sentuh Rp 5,1 Triliun

Editor: Muhammad Syahrianto

Advertisement

Bagikan Artikel: