Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

PKB Minta Partai yang Hendak Gabung Tak Jadi Orang Ketiga: Cak Imin dan Prabowo Sudah Bertunangan

PKB Minta Partai yang Hendak Gabung Tak Jadi Orang Ketiga: Cak Imin dan Prabowo Sudah Bertunangan Kredit Foto: Andi Hidayat
Warta Ekonomi, Jakarta -

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Syaiful Huda, mengungkap alasan partainya memingit Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin). Dia menyebut hal itu merupakan bentuk keseriusan PKB terhadap Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) bersama Partai Gerindra.

Dia mengibaratkan PKB dan Partai Gerindra telah sampai pada tahap tunangan, di mana dalam koalisi tersebut pasangan yang jelas terlihat adalah Cak Imin dan Prabowo Subianto.

Baca Juga: Antisipasi Pindah ke Lain Hati, Gerindra Pepet Terus Cak Imin

"Ya ibarat orang pacaran kan sebenernya kita kan sudah terikat dengan Gerindra jadi nah di dalam kontrak politik kita dengan Gerindra kan sudah jelas hanya ada dua pasangan itu antara Pak Prabowo dengan Cak Imin. Jadi ini levelnya sudah level tunangan," kata Huda saat ditemui wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (21/6/2023).

Oleh karenanya, Huda menegaskan partai politik yang hendak bergabung dalam koalisi untuk tidak menjadi pihak ketiga yang mengganggu hubungan dua partai yang telah bertunangan.

"Karena itu saya sampaikan, ketika Golkar mau gabung, PAN mau gabung, kira-kira jangan jadi pihak ketiga. Karena ini sudah tunangan, sudah tinggal nentuin resepsinya," katanya.

Huda menegaskan wacana Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto sebagai cawapres Prabowo Subianto tidak masuk dalam pembahasan koalisi. Bahkan, ia menegaskan KKIR masih fokus pada dua nama dari internal PKB dan Partai Gerindra.

"Keputusan partai, keputusan pleno, karena kita ingin, ya karena sudah jadi pengantin. Jadi memang harus dipingit, gak boleh ngomong dirinya sendiri," tandasnya.

Sebelumnya, Ketua DPP PKB, Yusuf Chudlori menuturkan hasil rapat pleno partainya hari ini memutuskan untuk 'memingit' Cak Imin. Oleh karenanya, kata dia, Cak Imin tidak diperkenankan berbicara capres-cawapres.

"Rapat pleno DPP akhirnya memutuskan agar Gus Muhaimin Iskandar mulai hari ini dipingit, kalau bahasa Jawa, dipingit tidak boleh berbicara soal pilpres. Cukup nanti mendelegasikan kepada pengurus DPP," kata Yusuf pada wartawan di Kantor DPP PKB, Jakarta, Senin (19/6/2023).

Baca Juga: Prabowo Subianto Kirim Orang Kepercayaan Dampingi Ibadah Haji Cak Imin

Pasalnya, Yusuf menganggap Cak Imin merupakan calon Presiden atau Wakil Presiden yang akan diusung PKB dalam gelaran Pilpres 2024 nanti. Dia juga menyebut keputusan memingit Cak Imin didasarkan pada masukan-masukan para kiai dan jajaran elite partai politik.

"Karena Gus Muhaimin ibarat pengantin. Dalam tradisi Jawa pengantin itu harus mulai masuk kamar, mulai berbenah, siap-siap. Oleh para kiai dan dewan syuro DPP, Gus Muhaimin diminta tidak bicara soal Pilpres," tandasnya.

Baca Juga: Nasib Apes Imigran Gelap Asal Pakistan, Ditipu Agen hingga Diusir dari Bali

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Andi Hidayat
Editor: Ayu Almas

Advertisement

Bagikan Artikel: