Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Fokus untuk Edukasi, Kevin Hendrawan Mengaku Hampir Tidak Ada Hambatan Dirikan Saham Rakyat

Fokus untuk Edukasi, Kevin Hendrawan Mengaku Hampir Tidak Ada Hambatan Dirikan Saham Rakyat Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pasar modal di Indonesia semakin mendapatkan perhatian masyarakat luas, sehingga banyak pelaku pasar modal untuk membuat platform edukasi salah satunya Saham Rakyat yang didirikan oleh Kevin Hendrawan bersama Kaesang Pangarep, anak dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Pada 2020, keduanya membentuk Saham Rakyat sebagai wadah komunitas yang bertujuan untuk memudahkan masyarakat memahami dunia saham.

Seorang presenter, youtuber sekaligus Co-founder Saham Rakyat, Kevin Hendrawan, mengatakan bahwa Saham Rakyat awalnya hanya berupa komunitas saham yang berbagi pengetahuan melalui webinar dan menghadirkan narasumber berkualitas. Minat tinggi masyarakat terhadap saham saat pandemi menjadi pemicu bagi berdirinya komunitas ini.

Baca Juga: 7 Saham Perusahaan Energi Hijau Naik Jelang Hadirnya Bursa Karbon di Indonesia

“Awal mulanya spontan, kita bukan yang planning gimana-gimana. Pada saat itu, pandemi minat terhadap saham itu tinggi,” kata Kevin, dikutip dari kanal Youtube Syailendra Capital pada Senin (25/09/2023).

Berkembangnya Saham Rakyat membuat terciptanya aplikasi yang memudahkan transaksi jual beli saham. Namun, langkah ini tidak terlepas dari upaya mengedukasi masyarakat akan pentingnya literasi keuangan. 

Kevin Hendrawan sadar bahwa tingkat literasi keuangan di Indonesia masih rendah, dan melalui Saham Rakyat, mereka ingin membawa perubahan dengan memberikan pemahaman yang tepat tentang investasi saham.

“Makanya banyak sekali orang yang terlilit hutang atau misalnya pinjol yang ilegal dan ada juga yang bermain judi online yang kemarin merajalela. Kasus-kasus itu semua, menurut saya pribadi literasi keuangannya itu kurang,” jelasnya.

Saham Rakyat ingin menjadi platform saham yang dapat diakses oleh semua orang. Mereka menawarkan transaksi jual beli yang mudah dan edukasi gratis secara rutin. 

Lebih lanjut, Kevin menjelaskan bahwa dipilihnya nama "Saham Rakyat" karena ingin memberikan nama yang sederhana dan mudah diingat oleh semua masyarakat. 

“Kita nggak mau terlalu internasional namanya, mau yang gampang diingat aja dan menjaga kearifan lokal,” imbuhnya.

Melalui platform Saham Rakyat, Kevin Hendrawan berharap dapat meningkatkan pemahaman masyarakat Indonesia tentang investasi saham. Edukasi menjadi kunci agar masyarakat masuk ke dunia investasi dengan pengetahuan yang memadai dan motivasi yang tepat. 

Kevin mengingatkan bahwa investasi saham bukanlah jalan pintas untuk cepat kaya, melainkan sebuah perjalanan yang membutuhkan pemahaman mendalam.

Selama membangun platform Saham Rakyat, Kevin mengatakan bahwa hampir tidak pernah mengalami hambatan. Saham Rakyat memiliki nilai tambah dengan pendekatan komunitasnya yang memprioritaskan edukasi dan pemahaman. 

“Sebenarnya, hampir dibilang tidak ada hambatan karena kebanyakan aplikasi investasi itu menjadi aplikasi dulu, lalu berusaha membangun komunitas. Kita ini sudah berangkat dari komunitas dan kemudian bertransformasi menjadi aplikasi jual beli saham. Maka dari itu, kita hanya meneruskan saja yang apa yang sudah berjalan,” terang Kevin.

Kendati tantangan dalam meningkatkan literasi keuangan masih ada, Saham Rakyat yakin bahwa dengan pendekatan yang benar dan terus menerus, minat masyarakat terhadap investasi saham akan terus bertumbuh.

“Mengedukasi masyarakat itu bisa dibilang challenge bisa dibilang nggak karena kan orang mendengar kata saham di Indonesia itu sangat awam. Uniknya, itu setiap tahun jumlah investor di pasar modal terus bertambah,” pungkasnya.

Baca Juga: Ada Bursa Karbon, Pasar Modal Bakal Makin Semarak! Ini Saham-saham yang Bisa Jadi Pilihan

Baca Juga: Kominfo Ajak Masyarakat Waspadai Jeratan Investasi dan Pinjol Ilegal, Begini Ciri-cirinya

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Nevriza Wahyu Utami
Editor: Amry Nur Hidayat

Advertisement

Bagikan Artikel: