Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Harga Emas Dunia Hari Ini Menguat Dipicu Peningkatan Klaim Pengangguran dan Imbal Hasil Treasury AS

Harga Emas Dunia Hari Ini Menguat Dipicu Peningkatan Klaim Pengangguran dan Imbal Hasil Treasury AS Kredit Foto: Antara/Ari Bowo Sucipto
Warta Ekonomi, Jakarta -

Berdasarkan pergerakan harga emas akhir-akhir ini, tercatat bahwa pada perdagangan Kamis (2/11/2023), harga emas di pasar spot berhasil menguat sebesar 0,17% dan ditutup pada posisi US$ 1.985,51 per troy ons.

Namun, pada hari Jumat (3/11/2023) pukul 06:16 WIB, harga emas mengalami pelemahan sebesar 0,05% dan berada di posisi US$ 1.984,49.

Meskipun demikian, penguatan harga emas pada sesi sebelumnya didorong oleh beberapa faktor, termasuk data tenaga kerja Amerika Serikat yang menunjukkan peningkatan klaim pengangguran dan penurunan imbal hasil US Treasury.

Baca Juga: Terpantau Naik Lagi, Simak Rincian Harga Emas Antam Hari Ini

Menurut analisis dari Deu Calion Futures (DCFX) Andrew Fischer, harga emas dunia mengalami perubahan yang signifikan dalam beberapa hari terakhir. Harga emas XAUUSD cenderung mengalami koreksi pada hari ini.

Analisis ini didasarkan pada antisipasi hasil dari laporan "Non Farm Payroll" yang dijadwalkan akan diumumkan malam ini. Prediksi Fischer menunjukkan bahwa hasil laporan ini kemungkinan akan bersifat dovish, yang mendorong beberapa investor untuk berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi mereka.

Data terbaru menunjukkan bahwa klaim pengangguran AS naik menjadi 217 ribu pada pekan yang berakhir pada 28 Oktober, melebihi ekspektasi pasar sebesar 210.000. Sementara itu, imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun terus menurun dan mencapai posisi terendah sejak 13 Oktober 2023. Hal ini terjadi setelah imbal hasil US Treasury sebelumnya mencapai rekor tertinggi dalam 16 tahun terakhir.

Penurunan imbal hasil US Treasury dan indeks Dolar AS juga terkait dengan optimisme pasar terkait kemungkinan The Fed untuk mengakhiri siklus bunga tinggi.

Namun, para pelaku pasar tetap waspada terhadap kemungkinan dampak dari pengumuman data tenaga kerja AS, terutama tingkat pengangguran dan Non-Farm Payrolls untuk Oktober 2023. Data ini dianggap penting karena dapat mempengaruhi kebijakan bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), terkait dengan kebijakan moneternya.

Baca Juga: Bagaimana Nasib Harga Emas Pegadaian Jelang Akhir Pekan?

Jika data tenaga kerja AS menunjukkan pertumbuhan yang solid, ada kemungkinan The Fed akan melanjutkan kebijakan hawkishnya. Dampaknya adalah peningkatan nilai Dolar AS dan imbal hasil US Treasury, yang dapat membuat emas menjadi kurang menarik bagi investor.

Namun, jika tingkat pengangguran naik, ada harapan bahwa The Fed akan mengurangi kebijakan hawkish-nya, yang pada gilirannya dapat memberikan dorongan positif bagi harga emas.

Para investor diperingatkan untuk tetap memantau perkembangan pasar, terutama dalam menghadapi pengumuman berita ekonomi yang dapat memengaruhi harga emas dan aset investasi lainnya.

Perubahan kondisi ekonomi global dapat memberikan peluang dan tantangan bagi para investor untuk mengelola portofolio mereka dengan bijak. Teruslah mengikuti perkembangan harga emas dunia untuk memperoleh informasi terkini yang dapat membantu Anda dalam pengambilan keputusan investasi.

Baca Juga: Tim Hukum AMIN Endus Dugaan Pelanggaran Pemilu di Bali

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Advertisement

Bagikan Artikel: